Seumur Hidup Terlalu Lama
sahut Arumi tulus.
“Oh ya, Rum, soal utangku dulu…” Uma membuka pembicaraan.
“Sudahlah, Ma. Aku tidak menganggap itu utang,” potong Arumi.
Uma menggeleng tegas. “Utang tetap utang, Rum. Aku akan membayarnya. Hanya saja, beri aku waktu.”
“Kalau begitu, bayarlah nanti. Saat kamu sudah punya uang,” Arumi mengambil jalan tengah.