Suamiku Jadul
Entah kenapa orang-orang selalu merendahkan kami, mungkin penampilan kami yang memang ndeso.
“Lihat itu, Bu, datang-datang langsung bongkar, gak jadi beli nanti aku yang capek,” kata pelayan toko itu lagi.
“Mana bosmu?” Bang Parlin akhirnya bicara.
“Untuk saat ini aku bosnya, aku tidak menguijnkan dagangan kami dibongkar saja, udah lah bau, keringatan, kalau pakaian itu kotor nanti bagaimana?” kata pelayan itu lagi.