PETARUNG JALANAN RUNGKAD JAGATGENI
Setiap serangan yang meleset meninggalkan bekas: genteng pecah, tong sampah penyok, bahkan kaca jendela sebuah ruko retak akibat tekanan tendangan Deden yang gagal mengenai sasaran.
Dengan tubuh yang semakin lelah, keduanya terus bertukar serangan tanpa menunjukkan tanda-tanda menyerah. Jalanan sempit itu kini berubah menjadi medan perang kecil, di mana dua pendekar jalanan bertarung dengan gaya yang mirip dan sama-sama mematikan. Anggota geng di sekitar mereka hanya bisa menonton, terperangah oleh brutalnya pertarungan ini.