Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sofa Baru Membawa Petaka Perceraian

Sofa Baru Membawa Petaka Perceraian

Sejak istriku memesan sofa baru yang lebih panjang dan lebih lebar itu, dia setiap malam selalu tidur di ruang tamu. Setiap kali aku ingin mengajaknya ke kamar untuk berhubungan suami istri, dia selalu memakai alasan lelah untuk mengusirku pergi. Kadang-kadang dia bahkan mengunci pintu kamar, sementara dari ruang tamu selalu terdengar suara-suara tertahan. Sampai keesokan paginya, baru dia membukakan pintu untukku. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Pada hari dia melahirkan, ketika dia baru keluar dari ruang bersalin dan bahkan belum turun dari ranjang rumah sakit, aku bukan hanya menolak menggendong anak itu, tetapi juga langsung mengajukan cerai padanya. Dengan mata memerah, dia bertanya kepadaku, "Cuma karena aku tidur di sofa setiap malam, kamu sampai mau menceraikan istrimu yang baru saja melahirkan anak untukmu?" Tanpa ragu sedikit pun, aku menjawab, "Ya!"
2.8K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Surga Reinkarnasi

Surga Reinkarnasi

Su Xiao adalah seorang pemuda berdarah dingin yang tengah mencari balas dendam atas kematian keluarganya, namun segalanya berakhir buruk baginya. Saat ia menghembuskan napas terakhir, Su Xiao mendengar sebuah suara memanggilnya dari dimensi lain. Suara itu berasal dari sebuah sistem asing yang menawarinya keselamatan—kesempatan untuk bereinkarnasi. Ia hanya perlu menerima sebuah kontrak. Su Xiao tidak punya pilihan lain selain menerimanya, namun ia tidak tahu apa yang sebenarnya telah ia setujui! Bepergian antar dunia, menjalankan misi yang sangat berbahaya, mengumpulkan item khusus, meningkatkan level, bahkan membunuh para Protagonis… Namun Su Xiao bukanlah Contractor biasa. Su Xiao adalah seorang Hunter!
10659 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Cintaku Tak Menuntutmu untuk Pulang

Cintaku Tak Menuntutmu untuk Pulang

Di vila yang kosong, Keira Cintami duduk di atas sofa dalam diam. Sampai waktu yang sangat lama, pintu vila baru terbuka. Ethan Surapto berjalan masuk dari luar. Ketika melihat Keira, dia tertegun sejenak. Kemudian, ekspresinya menjadi dingin.“Hari ini, Ava demam. Buat apa kamu telepon aku berkali-kali?”
929.9K viewsCompletedAdded to Library 628 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
7 Hari Setelah Ibu Pergi

7 Hari Setelah Ibu Pergi

Setelah tujuh hari kematian ibu, suasana rumah berubah mencekam. Suara rintihan kerap kali terdengar dari kamarnya. Aku pun melihat, ibu sedang membenturkan kepalanya ke jalan. Ada apa dengan kematian ibu?
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Ku Balas Kematian Anakku

Ku Balas Kematian Anakku

Sinopsis Dentuman keras mengguncang jalanan. Jeritan manusia, suara klakson yang memekakkan telinga, dan bau logam terbakar bercampur dalam kekacauan yang mengerikan. Amira tersentak sadar, kepalanya berdenyut hebat, darah hangat mengalir dari pelipisnya. Namun, itu semua tidak ada artinya. Yang lebih penting—yang lebih menyesakkan—adalah tubuh mungil di sampingnya. "Amanda... Sayang... bangun..." Suara Amira bergetar, tangannya gemetar saat menyentuh wajah pucat putrinya. Ada darah di dahinya, napasnya lemah, terlalu lemah. Dengan panik, Amira merogoh ponselnya, menekan nomor suaminya. Nada sambung. Satu kali. Dua kali. Tidak diangkat. "Reza, angkat! Tolong!" Tangisnya pecah, putus asa. Lalu, sirene ambulans terdengar. Harapan menyala di dadanya saat ia melihat seseorang berlari ke arah tim medis. "Reza..." bisiknya, nyaris tak percaya. Tapi langkah suaminya bukan menuju dirinya. Mata Amira mengikuti langkah tergesa-gesa itu. Di seberang sana, seorang wanita terbaring di atas tandu, wajahnya pucat. Di sampingnya, seorang anak laki-laki juga terluka. "Reza... tolong selamatkan anak kita..." suara wanita itu lirih, namun cukup menusuk telinga Amira. Dunia Amira seakan berhenti. Anak kita? Jantungnya mencelos, perih yang tak tertahankan menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu, kalimat berikutnya menghancurkan sisa-sisa kekuatannya. "Aku harus menyelamatkan mereka," suara Reza penuh kepanikan. Amira ingin berteriak. Ingin memanggil nama suaminya. Ingin memohon. Tapi ambulans itu melaju, membawa Reza pergi. Meninggalkannya. Meninggalkan Amanda. Di saat putrinya berjuang antara hidup dan mati, pria yang seharusnya menjadi pelindung mereka justru memilih wanita lain. Air mata Amira jatuh, bercampur dengan darah yang mengalir di pipinya. Hatinya hancur. Bukan hanya karena pengkhianatan. Tapi karena hari itu, ia menyadari... Nyawa mereka tak lebih penting dibandingkan cinta terlarang suaminya.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Undian yang Menentukan Pernikahan

Undian yang Menentukan Pernikahan

Setiap malam Natal, pewaris Keluarga Mafia Marsa, Adrian Marsa, harus mengikuti tradisi keluarga, yaitu mengundi sebuah nama untuk menentukan apakah dia diizinkan menikah denganku. Karena aku, Irene Karsa, bukan keturunan mafia. Jika dia tidak menarik kertas undian bertuliskan namaku, dia tidak boleh menjadikanku istrinya. Selama empat tahun, Adrian sudah melakukan undian itu empat kali dan tidak sekali pun namaku yang terambil. Aku selalu mengira dia bertengkar dengan keluarganya karena aku, bahwa dia rela mempertaruhkan posisinya sebagai bos mafia hanya untuk memilihku. Setiap kali dia gagal, dia akan memelukku erat dan berbisik, "Nggak apa-apa. Masih ada tahun depan." Aku mencintainya sampai rasanya menyakitkan. Begitu sakitnya, sampai aku bersedia menunggu ... tahun demi tahun. Tahun ini, aku berkata pada diriku sendiri, "Kalau dia masih juga nggak menarik namaku, aku akan diam-diam menukar hasil undian itu." Aku menyelinap ke depan pintu ruang kerja Adrian, lalu mendengar adik laki-lakinya bertanya, "Bos, setiap tahun sebenarnya kamu menarik nama Irene. Kenapa kamu pura-pura nggak menarik namanya? Apa karena kamu masih belum bisa melepaskan Sera?" Namun, Adrian hanya menjawab dengan suara datar, "Sera membutuhkanku untuk urusan mendesak. Lakukan seperti biasa, tukar nama Irene dengan kertas kosong." Dia pergi tanpa menoleh. Alih-alih menukar, adiknya justru membuang kertas kosong itu ke tempat sampah, meninggalkan kertas bertuliskan namaku di atas meja, lalu bergegas menyusul Adrian. Aku masuk ke dalam. Mengambil kertas kosong dari tempat sampah dan menggantinya dengan kertas yang bertuliskan namaku. Membuang kertas bertuliskan namaku sendiri ke tong sampah. Adrian, aku tidak ingin menunggu dan menikah denganmu lagi. Aku akan memberimu pilihanmu.
8.1K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Sumpah Palsu Suamiku, Sang Bos Mafia

Sumpah Palsu Suamiku, Sang Bos Mafia

Aku hamil anak Alex Morgan, sahabat terbaik kakakku, dan Sang Ketua Mafia termuda dan paling tampan di Kota Nerosiwa. Kemudian mantan kekasihnya yang bernama Bella, yang sudah meninggalkannya begitu saja, kembali datang. Kupikir dia akan meninggalkanku demi Bella. Tetapi, dia hanya terkekeh. "Dia pergi tanpa sepatah kata pun. Kami tidak mungkin kembali bersama." Kakakku, Gery, bahkan lebih dingin. "Dia bukan Keluarga Renhart lagi. Satu-satunya adikku itu hanya kau." Aku memercayai mereka. Selama tiga tahun, mereka telah menunjukkan kepadaku kehangatan dan cinta yang belum pernah kukenal. Kemudian, sebuah video saat ayah angkatku yang mabuk memukuliku menjadi viral. Dunia mengejek bahwa putri Keluarga Renhart yang mulia, ternyata pernah disiksa seperti pengemis. Aku hancur. Aku berlari mencari dua pria yang kupercayai itu. Tetapi, langkahku terhenti mendadak di depan pintu ruang kerja mereka, terpaku oleh suara Bella yang manis dan menjijikkan. "Gery, Alex ... kalian menyebarkan video itu? Bukannya itu terlalu kejam? Maria sedang hamil." Jawaban kakakku langsung terdengar. "Justru itu intinya. Kehamilan seharusnya melunakkan hatinya. Tapi dia malah bertingkah seperti pemilik rumah ini, dan menjauhkanmu dari keluarga ini." Alex hanya tertawa. "Jangan khawatir tentang Maria. Dia tidak bisa menyentuh kita. Dia terlalu lembut untuk menyakiti bayi itu." Air mata mengalir di wajahku. Rasa sakit yang tajam seolah menusuk jantungku. Dia benar. Bayi ini adalah hartaku, dan aku tidak akan pernah menyakitinya. Tapi Alex ... aku tidak akan membiarkanmu mengendalikanku. Aku pun pergi dengan hati yang sudah mati. Aku memesan tiket pesawat. Aku akan kabur dari genggaman mereka, membawa bayiku, dan menghilang dari dunia mereka selamanya.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Delapan mahasiswa—Hileon, Bagas, Alvaro, Alex, Aruna, Embun, Pelangi, dan Bulan—menjalani KKN di Desa Sendang Pitu, desa sunyi yang diselimuti kabut dan larangan misterius. Warga hanya berpesan satu hal: jangan keluar malam, dan jangan mendekati sendang. Namun pada malam pertama, terdengar tembang sinden yang indah sekaligus menyesakkan dada. Suara itu datang tanpa wujud, memanggil tanpa nama. Malam demi malam, teror dimulai. Alex menghilang, Bulan berbicara dengan suara asing, dan Aruna menari mengikuti irama yang tak terdengar. Di balik tembang itu tersembunyi Sinden Ghaib, arwah perempuan yang mati terkhianati dan menuntut pengganti. KKN ini bukan kebetulan—mereka dipilih. Saat rahasia desa terungkap, satu pertanyaan menghantui mereka siapa yang akan pulang dan siapa yang harus tinggal selamanya.
548 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Malam di Rumah Tanpa Nama

Malam di Rumah Tanpa Nama

Eh, kok... ini beda sama kita?” bisik Sinta dengan suara gemetar. Keempatnya menatap ke dalam cermin. Mereka melihat bayangan diri mereka, tetapi wajah mereka dalam pantulan itu... penuh luka, dengan mata kosong yang memancarkan kebencian.
697 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
menjelang waktu maghrib

menjelang waktu maghrib

Devi rahayu
semua orang merasa panik dan bergegas pergi ke dalam rumahnya tat kala maghrib akan tiba."maghrib akan segera tiba cepat tutup pintu dan jendela kalau kalian ingin selamat".seruan terdengar begitu nyaring di toa surau desa., memang sudah tradisi di desa tanggulangin, desa yang cukup terpencil, bahkan listrik pun belum sepenuhnya masuk ke desa tersebut.
10827 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
PREV
1
...
1011121314
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status