Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sentuhan Malam Tante Tersayang

Sentuhan Malam Tante Tersayang

"Aldo, kamu punya film dewasa nggak? Malam ini aku kesepian banget sampai rasanya tersiksa." Tengah malam itu, tante mendorong pintu kamar tidurku. Dia mengenakan pakaian dalam seksi yang memamerkan lekuk tubuh padat dan kulit putih mulusnya. Aku yang sedang memakai stokingnya untuk memuaskan diri langsung kaget, lalu segera menutupi tubuh menggunakan selimut. "Tante, kok masuk nggak ketuk pintu dulu sih?" Wajahnya memerah. "Aku gatal nggak karuan, om kamu yang payah itu sama sekali nggak bisa muasin aku." "Cepat cariin aku beberapa film yang lebih merangsang, aku mau beresin sendiri." Aku meraba milikku yang sudah mengeras, lalu menjawab sambil terkekeh, "Gimana kalau aku aja yang bantu nyelesain?"
3.7K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Cinta pertama William Yuardi tidak sengaja terkunci dalam kantor. Demi menghukumku, dia mengurungku ke dalam gudang pendingin untuk mengintrospeksi diri. “Kamu juga harus rasakan penderitaan yang dialami Nelly. Dengan begitu, kamu baru bisa jera!” William hanya memberiku semangkuk air sebelum mengunciku di dalam. Namun, dia tidak tahu bahwa gudang pendingin yang sudah tidak dipakai ini tiba-tiba menyala setelah dia pergi. Aku yang kedinginan di dalam tidak berhenti meminta tolong. Baik di pintu maupun di dinding, terdapat bekas darah dari jariku. Tujuh hari kemudian, William ingin aku meminta maaf dan membuka pintu gudang pendingin ini. Namun, yang dia temukan hanyalah seonggok mayat yang sudah beku.
36.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor. Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu. Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya. Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa. Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan. Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal. Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota. Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu. Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup. Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya. Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku. Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri. Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.” “Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!” Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.
8.5K viewsCompletedAdded to Library 262 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Baru saja, setelah hampir mati kehabisan darah, aku berhasil melahirkan pewaris untuk Keluarga Rosano. Namun suamiku, Jerry sebagai orang nomor dua setelah bos di Keluarga Rosano, justru membiarkan orang kepercayaannya yang bernama Sofia merekam proses persalinanku hanya karena bilang dia bosan. Dia merekam semuanya, termasuk saat aku kehilangan kendali atas tubuhku, jeritanku, wajahku yang meringis kesakitan. Setelah itu, dia mengambil tangkapan layar, dan mengubahnya menjadi gambar stiker, lalu menyebarkannya di grup obrolan pribadi keluarga dekat. Dari balik pintu kamar rumah sakit, aku masih bisa mendengar tawa Sofia yang liar. "Jerry, ini hiburan terbaik sepanjang masa. Kau selalu tahu persis apa yang aku inginkan." "Tapi Rana pasti akan mengamuk saat dia bangun dan melihat ini." Efek anestesi belum sepenuhnya hilang. Kelopak mataku terasa berat, namun dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa mendengar nada suara Jerry yang santai dan acuh tak acuh seperti biasa. "Dia nggak akan benar-benar marah. Kau tahu sendiri Rana, dia selalu patuh padaku." "Aku hanya perlu sedikit membujuknya. Lagipula, anak kami sudah lahir sekarang, dia nggak mungkin meninggalkanku." Jari-jariku yang tersembunyi di bawah seprai sutra mengepal erat. Pikiranku dipenuhi dengan semua hal yang telah kukorbankan untuknya selama bertahun-tahun ini. Jerry mungkin telah lupa siapa yang sudah membuatnya menjadi pria yang menguasai jalanan ini. Karena kau sangat suka bermain, maka aku akan memainkan permainan sungguhan denganmu. Pada hari aku pergi, kau akan menyesali semuanya!
7.9K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Hai." Seorang wanita cantik menyapaku ramah dengan melempar senyum manis saat pintu kubuka. Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis yang dipaksa. Wanita itu masih memandangku ramah dengan sesekali mencari celah ke arah belakangku seperti sedang mencari seseorang. "Boleh masuk?" tanyanya kemudian karena aku masih berdiri di depannya. Belum mempersilakannya masuk. Sengaja. Aku juga masih memegang erat sisi tepi daun pintu agar tidak terbuka lebar. Inginku pintu ini segera menutup dan mencegah wanita ini masuk ke dalam rumah. "Bisakah tidak datang hari ini? Kami ada acara keluarga," ujarku tanpa basa-basi melontarkan pertanyaan itu padanya. Berharap wanita di depanku ini mengerti dan memutuskan pergi. Ini untuk pertama kalinya aku memberanikan diri menolak kedatangannya. "Oh ya, hm … ada acara keluarga? Surya tidak bilang. Acara apa? Boleh ikut?" Mataku terbelalak kaget tak percaya mendengar wanita yang tidak kuinginkan kehadirannya ini bertanya demikian? Ikut katanya? Mataku awas menengok ke arah belakangku, memastikan seseorang yang berada di dalam sana tidak mengetahui siapa yang bertamu saat ini. Aku baru tahu ada makhluk yang tanpa malu seperti dia hidup di muka bumi ini. bukankah memintanya tidak datang ke rumahku saat ini adalah sebuah pengusiran? kenapa dia tidak peka?
1028.6K viewsCompletedAdded to Library 629 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
TAMU SELEPAS SUBUH

TAMU SELEPAS SUBUH

Seorang wanita muda, mengetuk pintu rumah Dewi selepas subuh. Dia menyerahkan seorang bayi dan meminta Dewi untuk merawatnya. Selang beberapa jam, di sebuah kampung yang tak jauh dari rumah Dewi, ditemukan mayat wanita, dengan mulut berbusa.
10110.5K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Siasat Cantik Sang Perawat

Siasat Cantik Sang Perawat

Saat menjalani pengangkatan kulit area khusus, aku tidak sengaja memamerkan bagian vitalku. Sejak itu, makin banyak perawat yang melirik ke arahku secara diam-diam. Namun, belum pernah ada yang seberani dia, mengetuk pintu bangsalku saat larut malam.
5.5K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Aku dan Pelatih Renangku

Aku dan Pelatih Renangku

“Pelatih ... pelan-pelan ....” Terdengar desahan manja seorang wanita dari ruang ganti sebelah. Kriet ... Kriet .... Meja dan kursinya berguncang keras. Bersamaan dengan itu, terdengar juga suara rendah seorang pria. “Dasar jalang kecil, teriak lebih keras lagi!” Disusul dengan suara hantaman yang semakin keras. Ketika aku masih asyik menjadi penonton, tanganku refleks meraih ke bawah dan meremasnya kuat-kuat .... Saat itu aku belum tahu, tak lama lagi aku juga akan menjadi salah satu orang yang menjerit liar di ruang ganti itu.
6.9K viewsCompletedAdded to Library 158 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Merebut Hati Suami Dingin

Merebut Hati Suami Dingin

Fivi Andria
Aulian terpaksa menikahi Nadira, gadis yang dijodohkan dengannya. Padahal di hatinya sudah terbingkai indah nama sang kekasih, Amelia, seorang selebgram yang sedang naik daun. Mampukah Nadira merebut hati Lian yang selalu bersikap dingin padanya layaknya kulkas dua pintu?
101.5K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
Karena Ganti Kunci, Aku Menceraikannya

Karena Ganti Kunci, Aku Menceraikannya

Istriku selalu tidak suka membawa kunci. Namun kali ini, dia mengganti kunci pintu rumah dari kunci sandi menjadi kunci model lama yang harus diputar dengan anak kunci. Bahkan saat mandi pun dia akan mengunci pintu rumah. Setiap kali aku pulang, aku harus meneleponnya dulu, setelah dia membukakan, barulah aku bisa masuk. Aku tidak bisa menerima penghinaan seperti ini. Di acara kumpul keluarga, aku pun mengeluarkan surat perjanjian cerai. Semua orang mengira aku hanya mabuk dan sedang bercanda. Istriku menampar wajahku dengan keras, lalu menatapku dengan penuh amarah. "Cuma menelepon dulu saja, susah sekali? Bukankah dulu kamu berjanji akan menghormatiku seumur hidup!" Aku menatapnya dengan dingin, lalu tersenyum sinis. "Kalau sudah bercerai dan aku langsung nggak pulang lagi, bukankah itu justru lebih menghormatimu?"
1.3K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as peredam suara pintu
Read
+Library
PREV
1
...
89101112
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status