Dalam Dekapan Majikan Kejam
Di bawah sinar mentari pagi, aku telah bersiap dengan tas kecil serta amplop coklat berisi berkas lamaran kerja.
Kulihat di halaman rumah, beberapa orang tengah membongkar dekorasi pernikahanku. Sedih. Namun, kutahan semampuku.
Kuhapus jejak-jejak air mataku yang terlanjur keluar, kuhela napas ini cukup dalam. Aku menaiki motorku, berkeliling kota demi mendapatkan pekerjaan.
“Sudah jam segini aku belum menemukan hasil!” gumamku.