Sisa Rasa
Selin terus berdoa dalam hati.
Tiba-tiba, dari balik kabut, muncul bayangan merah—lampu rem mobil di depannya. Jarak yang tadinya ia kira masih lima puluh meter ternyata hanya beberapa meter saja. Selin menginjak rem sekuat-kuatnya, tapi sudah terlambat.
BAM!
Benturan keras mengguncang seluruh tubuhnya. Sabuk pengaman menahan dadanya, tapi kepalanya terbentur ke setir dengan kuat. Suara dentuman itu diikuti derit logam dan kaca.