Satria Roh Suci
Satu tendangan kini mendarat tepat di dagu lawannya, membuat pria itu terdongak hingga beberapa jengkal dari tanah.
Satu tebasan sekali lagi mengenai perut pria itu. Robek besar bagian perut satria tersebut, dengan darah yang mengalir begitu deras membasahi celananya.
“Bagaimana mungkin, aku tidak melihat serangannya?” pria itu bergumam kecil, sembari menahan luka di perut dengan telapak tangan kirinya.
Dia yakin, tebasan barusan bukan hanya mengoyak kulit perut, tapi juga mungkin telah mengenai bagian vital di dalam perutnya.
Hot Chapters