Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
"Arghhh!"
Pekikan Darren tertahan di kerongkongan, namun rasa sakitnya begitu nyata. Pisau bedah itu merobek perut Darren dengan presisi mengerikan—sebuah keahlian bedah tingkat tinggi, kini disalahgunakan untuk melukai, bahkan membunuh. Darah segar merembes dengan cepat, menyebar luas, membasahi kemeja mahal Darren dalam sekejap mata. Aroma besi darah segar langsung menguar memenuhi lorong yang tadinya hanya berbau antiseptik. Darren terhuyung ke belakang, lututnya lemas, tangannya langsung memegangi perutnya yang kini terbuka menganga. Isi perut, atau mungkin ususnya, nyaris terlihat dari celah robekan itu.
Bab Populer