KINASIH
Dia tak habis pikir, kakek neneknya yang buta huruf, justru dimanfaatkan untuk kepentingan orang-orang tak beradab yang gila akan dunia.
Hingga keesokan harinya kala embun masih bergelayut manja di ujung dedaunan, sebuah sepeda motor memasuki halaman rumah Paijo. Langkah tergesa terdengar mengganggu keheningan pagi yang cukup syahdu. Asih membuka pintu saat sebuah salam dan ketukan menyapa, memanggil nama mbah Paijo.
"Eh, Mbak. Akung ada? Saya mau ambil berkas yang kemarin, sudah beres kan?" Tamu itu segera duduk dan mengutarakan keperluannya tanpa basa-basi.
Sikat na Kabanata