Sang Pengacara
Karena sudah terbiasa melakukan semua hal sendiri, ia pun tidak menuntut Fika melayaninya untuk hal yang satu ini.
“Nggaklah.” Fika kemudian menepuk lengan Abi, saat mengingat sesuatu. “Mas, lihat pil Kbku nggak?”
“Pil KB?” Abi mengunyah dengan perlahan, lalu menatap Fika dengan mengerut dahi. “Memangnya kamu taruh di mana?”
“Aku taruh di … meja kecil di samping standing mirror, kayaknya.”
“Kok, kayaknya?” Abi tetap santai menyantap makanannya. “Aku mana ngerti yang begitu-begitu. Coba tanya bik Imah, mungkin diberesin sama dia pas bersih-bersih kamar.”
Hot Chapters