Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

“Na .... na .... na ... na .....“ Pinggul BJ bergoyang. Saat tidak hapal lirik dan mungkin faktor alkohol tadi, BJ menyanyi asal bunyi dan terus lincah menari. “Nana panjang, nana pendek, hargane tetap sama....“ Para penonton alias para penumpang mulai histeris melihat goyang maut seperti cacing kepanasan di depan mata mereka. “Mana goyangnyaaaaaaa," Happy berimprovisasi.
7.3K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 168 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Jika mereka kembali ke rumah orang tua mereka baik-baik, Tuan muda tidak akan melakukan apapun terhadap mereka, namun tidak disangka mereka akan cukup berani untuk memberontak dan merusak perusahaan Dimitri Vegas dan menyakitinya, benar-benar telah melewati batas kesabaran Tuan Muda. Setelah malam ini, tidak akan ada lagi Marga Jansen di Northern! — Saat ini, vila mewah atas nama Jansen terang benderang. Orang-orang berkumpul dan tertawa riang, Putri, Shanny dan yang lainnya sedang mengobrol. Di hadapan mereka, duduk seorang pria tampan, Niftah Jansen. Dia mengambil botol Bir lalu membukanya, menuangkannya kepada Putri dan Shanny, "Hahaha… jarang sekali kita bisa berkumpul seperti ini!"
8.8145.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 3.6K Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
Tunangan Naif Pewaris Bengis

Tunangan Naif Pewaris Bengis

protes Nayla masih mencoba melawan walaupun ia sudah menangis. “Tenang dulu, Sayang. Kita tidak akan meminta yang aneh-aneh. Jangan khawatir, okay?” kata pria yang bermata tajam. “Aku tidak mempunyai uang, kalian salah target jika ingin mengambil barang berharga dariku. Karena aku gadis miskin!” teriak Nayla sekencang mungkin. “Hei, kamu masih memiliki sesuai yang lebih berharga dari uang dan emas. Apa kamu tidak tahu?” kata pria bertato hitam.
102.1K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 81 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

PLOK Suara dari peradualan kullt mereka memenuhi ruangan. Nanang terus menghujam tanpa lelah hingga akhirnya ia mencapai puncak kenikmatannya. "Arghhh... Tan!" Mendengar seruan Nanang, Risa langsung berbalik badan menghadap pemuda itu. "Sini sayang," ucapnya sembari membuka mulut lebar-lebar. Cr*t!... Cr*t!... Cr*t!...
105.0K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 188 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
NINE

NINE

Ketenangan yang menggaris pada matanya sungguh di luar batas. "Denis, 21 tahun, mahasiswa dan kau ... seorang pelaku pedofilia." Gadis itu membaca identitas dari kartu pengenal orang di hadapannya. Ia menghela napas berat sebelum melanjutkan, "sayang sekali kau salah memilih korban"
104.6K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 134 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
TITISAN

TITISAN

“Huh, dasar Akang. Nanti malam tidur di ruang tamu, mau?” “Aih, jangan atuh, Neng. Masa musim hujan gini disuruh tidur di ruang tamu, bisa-bisa kedinginan si otong.” Mendengar perkataan suaminya seketika Jamilah tergelak. “Alaah ... meuni geulis pisan (cantik banget) kamu kalau udah senyum.” Gombalan Hamid pun berhasil membuat sang istri semakin tersipu.
102.6K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 83 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

titah Johnny dan diangguki oleh semua orang. Sudah hampir setengah jalan, dan kelompok lima malah mengalami musibah, yaitu Peter yang tersengat lebah besar sehingga menimbulkan bercak hingga tangannya keluar darah. "Bisa-bisanya kalian nggak ada persediaan obat sama sekali!" Shelly menatap tajam ke semua orang, terutama Johnny yang berperan sebagai pemimpin anggota.
103.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 118 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
PESONA

PESONA

Nandini segera menghapus air mata di pipinya, berlari cepat ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi, berjaga-jaga takutnya pria itu punya kunci cadangan dan membuka pintu, ia tak akan biarkan pria itu melihat air matanya lagi. Dengan cepat, Nandini membasuh wajahnya dengan air dan membersihkan riasan di wajahnya yang berantakan dengan miceral water yang dituangkan ke kapas, kapan tersebut ia usap ke wajahnya sehingga riasannya menghilang dan wajahnya menjadi natural. Setelah riasannya telah bersih, ia pun mengambil handuk untuk membasuh lagi wajahnya, namun tetap saja tak akan bisa menghilangkan warna merah di matanya dan kantung matanya yang membengkak akibat menangis. "Pria ini tak b
1015.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 411 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Kenapa kalian nggak biarin kita masuk? Jelas-jelas kita punya kartu undangan, kok!" Salah satu pria yang nampak paling sangar melirik Anin, lalu menunjuk gadis itu dan berkata, "Tidak ada tamu undangan yang memakai pakaian seperti dia." Viona turut memandang Anin, lalu menepuk keningnya sendiri. "Aku kan udah bilang, Anin. Mana ada orang masuk ke club pake cardigan gitu? Lepas, ayo!"
102.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 67 Vezes como pp nangis
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
12345
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status