Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KINASIH

KINASIH

Nasi berceceran di lantai, pria itu juga menyemburkan isi mulutnya ke wajah Rani dengan raut murka. Wanita itu menunduk dengan perasaan pedih. Bahkan, segalak-galaknya sang ayah, tak pernah berlaku kasar seperti ini. Rani menahan tangis, sedangkan satu dua butir nasi, tertinggal di rambutnya. Hendra bangkit ke luar ruangan dengan ponsel di tangan. Dia menghubungi seseorang dan setelahnya kembali masuk, berdiri di hadapan Rani yang masih menunduk.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as pp nangis
Read
+Library
SANG INDIGO

SANG INDIGO

“Sebagai permohonan maafku karena tidak datang ke pestanya. Semua mengangguk terkecuali Luna. Dia masih merasa ada yang salah. Namun dia tidak tahu apa. Galang memberikan Nanny kesempatan pertama. Dia memberikan handphone miliknya. “Halo Renatta!” sapa Nanny. “Halo nenek!” jawabnya. “Sini main. Renatta kangen donat buatan nenek.” Permintaan polos Renatta membuat Nanny tertawa. “Hahahah! Jika kita bertemu akan kuberikan donat sebanyak-banyaknya.”
1043.4K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as pp nangis
Show Reviews (50)
Read
+Library
Rainfall
Halo semua, autor di sini. maaf banget sempet lama hiatus. sebenernya ada alasan kenapa hiatus lama. ada kejadian janggal ketika autor nulis sang indigo ini. salah satunya ketika lagi nulis ada yang nendang kursi sampe jatoh padahal autor di rumah lagi sendiri. sekarang aku bakal coba nulis lg ...
Renti Sucia
Bagus banget ceritanya. Kasian Luna, diperlakukan begitu buruk karena punya kemampuan bisa lihat makhluk halus. Bener kayaknya, ya, punya kemampuan begitu itu nggak selalu menyenangkan sprti di film2.
Read All Reviews
Pesona Sang Penguasa

Pesona Sang Penguasa

"Maksudku, apa yang dia lihat bukan pemandangan indah yang mudah diingat bukan?" "Atau jangan-jangan, Bastian ini punya ingatan fotografis?" Anna mengatakan hal paling masuk akal dengan ekspresi terkejut. "Sepertinya Bastian tidak sehebat itu." Sayangnya, Jason harus membantah. "Dia bahkan hanya bisa mengucapkan maksimal tiga kata dalam satu kalimat."
103.2K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as pp nangis
Read
+Library
Batal Akad

Batal Akad

tanya Parmi saat menghampiri Tetehnya yang sibuk di dapur. "Nasi goreng nanas," jawab Parni. "Nasi panas? Bukannya nasi udah panas Teh?" "Iya, kayak kuping kamu, panas," timpal Parni lagi sambil memutar bola mata malasnya. "Ha ha ha ... Teteh bisa aja, mana ada nasi kuping panas," celetuk Parmi lagi. "Ha ha ha ... Ya Allah, panjangkan usiaku ya Allah," gumam Parni masih dengan mengupas buah nanas.
9.921.9K viewsCompletedAdded to Library 877 Times as pp nangis
Read
+Library
Sang Penggoda

Sang Penggoda

selidik Rinjani pada Rindu. “Uang yang dikasih sama bos ibu, Kak. Percuma di simpan kalau jadi pajangan aja, mending aku pakai,” jelas Rindu jujur. Rinjani mengangguk-anggukkan kepalanya, ia membenarkan apa yang Rindu sampaikan. Mahasiswi antick itu juga sempat ragu untuk menggunakan kartu itu atau tidak, tetapi ia tidak sempat memakainya karena kedatangan seseorang yang membuat harinya cukup cerah.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as pp nangis
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

puji salah satu siswi kacamata anak IPS 1. "Matanya cantik banget!" sahut salah satu siswa anak kelas bahasa. Fanna yang mendengar pujian itu, merasa bangga karena bisa berteman dengan Zanna. Namun, sang empunya hanya diam sembari menundukan kepala. Menundukan kepala saja sudah terlihat cantik, apalagi mendongkakkan kepalanya. "Tuh, banyak yang muji kamu Na." bisik Fanna terkekeh geli.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as pp nangis
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Sang Penguasa Sejati Malam itu, di ruang pribadinya, Rehan duduk di samping Natasya. "Kau telah menjadi penguasa yang sesungguhnya, Rehan," kata Natasya dengan lembut, namun penuh kebanggaan. "Kerajaan ini kini berada di tangan yang tepat." Rehan tersenyum lelah, namun dalam senyumnya ada keteguhan hati. "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Jika aku tidak tegas, kita akan kembali ke kekacauan."
101.5K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as pp nangis
Read
+Library
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

"Hiks hiks hiks" 'Eh? Siapa yang menangis?' batin Fani saat mendengar suara isakkan kecil. Ia menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari siapa pemilik suara itu. Sejauh mata memandang, hanya ruang hampa yang bisa ia lihat. "Ibu, apa aku yang membunuhmu dan kakek? Aku hiks aku minta maaf ibu, Isandra minta maaf"
5.5K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as pp nangis
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 5 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Penampilan terkadang tidak selalu menunjukkan sisi terdalam seseorang. Bisa saja semua itu berbanding terbalik dengan apa yang kita pikirkan. Ibarat buah nangka yang kulit luarnya berduri, tetapi dalamnya lembut memikat hasrat untuk menikmati. Wanita yang masih sedikit terkejut itu hanya diam, menunggu gilirannya bicara. Benih kagum yang semula hampir memunculkan tunas, dengan cepat ia menepisnya.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as pp nangis
Read
+Library
Lelakiku Sedingin Es

Lelakiku Sedingin Es

Ganis mencium suaminya. "Satu lagi, Nis." ucap Prana ragu-ragu. Ganis memandangnya dengan sorot bertanya. "Aku akan ikut seminar di Singapore. Di ikuti oleh seluruh pemimpin perusahaan terpilih. Dan aku mendapatkan undangannya." Ganis jadi membelalakkan mata. "Lama gak, Pran?" "Seminggu." "Kok, lama sekali, Pran."
1050.4K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pp nangis
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status