Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Tapi, yang jelas malah target saling membunuh. 🌫️ PUISI TERAKHIR Ong Kiat berjalan ke arah tebing. Salju di bawah kakinya berderak. Di tangannya, pedang masih meneteskan darah. Di dadanya, gulungan kertas puisi—yang tak pernah ditulis. Di kepalanya, satu kalimat terakhir: "Aku dapat 12 bintang untukmu. Tapi kau lebih memilih matahari palsu." Ia berdiri di tepi jurang. Badai makin kencang. Tapi ia tidak merasa dingin.
460 viewsCompletedAdded to Library 10 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.2K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mungkin Mama sedang mengisi daya batrainya. Kulirik Pak Afnan, dia sedang sibuk dengan gawainya. Aku pun mengetik beberapa bait puisi untuk membunuh waktu, daripada keolenganku kambuh. RANJAU Tuhan Bila hati salah melangkah Tunjukkan arah Bila rasa adalah dosa Hapus segera Dialah gelora Pada cita yang tersita Pada cinta hampir ternoda
106.2K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.3K viewsCompletedAdded to Library 996 Times as puisi 12 bait
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
In Relationship

In Relationship

Seandainya . Guratan pena berisi puisi di selembar kertas menemani tangis Dinah hari ini. Puisi yang entah mengapa ia tulis sebagai bentuk lukanya saat ini. Dinah berharap ini mimpi, walaupun mimpi itu terlalu nyata untuk dianggap ilusi. Satu nama Untukmu yang kini tak lagi di sini Jangan khawatir tentang aku Percayalah, aku kuat
87.1K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status