Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Seperti langit jingga yang bertemu senja . Andai aku menjadi puisinya Biarlah Adinda menjadi lagunya. Agar bisa saja menyatu menjadi syair indah yang merdu. Meskipun saat ini hanya sebatas angan semoga esok tersemogakan hingga menjadi kekal dalam keabadian. Aku lelaki yang merindukanmu. Fais Abdilah Guntoro.] Dikirim tadi setelah isya. Kuulangi sampai 4 kali puisi yang dikirimkan Mas Fais padaku andai tadi HP-ku aktif dan aku tahu WA ini pasti aku tidak akan konsentrasi mengikuti acara pengajiannya.
10147.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

“Rindu ini mengajarkanku arti kesabaran, sabar menunggumu walau diri ini menyuruku untuk menyerah.” “Rindu adalah sebuah rasa yang nggak bisa aku tahan, semakin aku menahannya semakin memberontak pula rasa rindu ini untuk segera menemuimu.” Suara seseorang beserta gemersik daun kering yang diinjak semakin mendekatiku. Aku beranjak berdiri, menajamkan telinga dan mataku tidak lepas dari kewaspadaan. Semenjak sosok hitam itu hadir di dalam hidupku, aku semakin belajar untuk waspada terhadap apapun.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
900 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebulan setelah transmisi terakhir, sesuatu yang kecil terjadi. Salah satu anggota Hub yang lebih muda, seorang penyair bernama Isha, sedang mengerjakan sebuah puisi tentang kehilangan. Dia berjuang dengan baris terakhir, merasa bahwa kata-katanya terlalu klise, terlalu tidak tulus. Frustrasi, dia menyerah dan pergi untuk mengambil secangkir teh.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1026.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai puisi 12 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status