Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Seperti langit jingga yang bertemu senja . Andai aku menjadi puisinya Biarlah Adinda menjadi lagunya. Agar bisa saja menyatu menjadi syair indah yang merdu. Meskipun saat ini hanya sebatas angan semoga esok tersemogakan hingga menjadi kekal dalam keabadian. Aku lelaki yang merindukanmu. Fais Abdilah Guntoro.] Dikirim tadi setelah isya. Kuulangi sampai 4 kali puisi yang dikirimkan Mas Fais padaku andai tadi HP-ku aktif dan aku tahu WA ini pasti aku tidak akan konsentrasi mengikuti acara pengajiannya.
10146.4K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
105.9K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
TWELVE

TWELVE

“Rindu ini mengajarkanku arti kesabaran, sabar menunggumu walau diri ini menyuruku untuk menyerah.” “Rindu adalah sebuah rasa yang nggak bisa aku tahan, semakin aku menahannya semakin memberontak pula rasa rindu ini untuk segera menemuimu.” Suara seseorang beserta gemersik daun kering yang diinjak semakin mendekatiku. Aku beranjak berdiri, menajamkan telinga dan mataku tidak lepas dari kewaspadaan. Semenjak sosok hitam itu hadir di dalam hidupku, aku semakin belajar untuk waspada terhadap apapun.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
779 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Setiap batu bata menyimpan gema dari kalimat yang baru ditulis, setiap lorong membawa jejak napas dari para tokoh yang telah berani mengubah takdir mereka sendiri. Kai duduk di lantai ruang utama, membentangkan naskah yang muncul setelah pena menulis sendiri. Lena berdiri di sisinya, membaca dalam diam. Kata-kata yang tertulis di halaman itu tidak berbentuk narasi biasa. Ia seperti puisi yang belum rampung, namun sudah punya roh. Setiap barisnya mengandung makna yang bergerak, tidak bisa dibaca dua kali dengan pemahaman yang sama.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebulan setelah transmisi terakhir, sesuatu yang kecil terjadi. Salah satu anggota Hub yang lebih muda, seorang penyair bernama Isha, sedang mengerjakan sebuah puisi tentang kehilangan. Dia berjuang dengan baris terakhir, merasa bahwa kata-katanya terlalu klise, terlalu tidak tulus. Frustrasi, dia menyerah dan pergi untuk mengambil secangkir teh.
891 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.7K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1022.3K viewsOngoingAdded to Library 714 Times as puisi 12 bait
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status