Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina
Kulihat Papa melipat korannya lagi, kemudian memandangku.
“Papa kecewa sama kamu Lika, Papa malu,” jawab Papa. Hati ini untuk ke sekian kalinya merasa teriris.
“Maafin Lika, Pa!” ucapku lagi seraya meminta maaf entah yang ke berapa kali.
“Lika, masalah maaf itu gampang, sakit hati dan kekecewaan inilah yang akan lama hilangnya, entah sampai kapan akan bisa kembali seperti dulu,” balas Papa dengan nada kecewa yang mendalam.