Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Istri, Tapi Bukan Satu-satunya

Aku Istri, Tapi Bukan Satu-satunya

Aku memperhatikan mereka tanpa sadar. “Kenapa langit warnanya biru, Bu?” tanya anak itu. Perempuan itu tertawa kecil. “Supaya kita tidak bosan melihatnya.” Aku menatap langit melalui jendela. Biru. Sama seperti dulu. Tapi entah kenapa, aku tidak merasakan apa pun. Anak itu menatapku tiba-tiba. “Kakak kenapa sedih?” Aku terdiam.
407 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

Tatapannya begitu sendu dan penuh kesedihan, hingga tanpa terasa setetes bulir kristal bening kembali luruh dan buru-buru diseka. 'Bintang mencoba melepas langit, karena pada waktunya bintang akan menghilang meski masih ingin bertahan. Bintang memang lupa diri, karena berani meninggalkan langit yang menjadi tempatnya bernaung selama ini.' ** 'Tanpa Bintang, Langit begitu suram, hingga pada akhirnya hanya ada kegelapan yang menyapa. Menutup hati, membuat Langit terus merasa, hampa.'
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

"Abdi-abdi terpercayaku ..., ternyata mata-mata dan pengkhianat!" __________ Langit Tanapura dalam naungan kubah cahaya biru cerah, seperti terbit Sang Surya lebih awal dari waktunya. Paduka di ambang pintu Istana Elang, menatap ke arah langit, terpukau pandangannya selama menyadari hal itu.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Beberapa pengunjung duduk santai, ada yang membaca, ada yang mendengarkan musik, dan ada pula yang seperti Luna—tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia memetik beberapa nada, lalu mulai menulis bait-bait baru. Tak ada beban, tak ada target. Hanya perasaan yang ingin ia ungkapkan dalam bentuk lagu. “Langit tak selalu biru, Tapi aku tetap berjalan. Karena kini aku tahu, Bukan tempat yang kutuju, Tapi hati yang kutemukan…” Bait itu terhenti di sana. Tapi Luna tahu, akan ada lanjutan. Mungkin tidak sekarang. Tapi suatu hari nanti, ketika waktunya tepat.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Salju di mana-mana. Langit di atas kepala berwarna biru pucat yang sangat aneh, seperti kristal beku yang memancarkan cahaya lembut. Tidak ada matahari, tapi cahaya datang dari segala arah, menciptakan iluminasi yang merata tanpa bayangan.
1045.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Katedral Matahari – Siang Hari Penobatan Dunia menahan napas. Langit di atas ibu kota sangat biru, terlalu biru, seolah-olah ada seseorang yang baru saja mengecat ulang latar belakangnya dengan tergesa-gesa.
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi

kata Gita lalu pergi meninggalkan Bumi. Bumi masuk ke ruangan dan melihat Gita tengah beristirahat. Bumi memegang tangan Gita sambil berdoa. Tiba-tiba Gita terbangun dan berkata"Apa.. Yang ka..mu.. Laku..kan di..si..ni? "Aku cuma ingin mendoakan kamu Git! "Aku ti..dak per..lu , doamu!" jawab Gita cetus.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

"Bintang kecil di langit yang biru, amat banyak menghias angkasa ...." "Hahaha. Mama, jangan gelitik aku ...."
9.4930.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.2K kali sebagai puisi tentang langit biru
Tampilkan Ulasan (192)
Baca
+Pustaka
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
butterfly
horeee posisi kedua ter POPULAR di Goodnovel jika dibandingkan dg novel berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia... semangat jason ja ice... ayo naik2 lagi yg mbaca... biar pd tau ni novel paling seru diantara Ed-Clara, Yohan Nabila, Hendro Weni n Dosenku itu paling nanti bab 500an turun rating wkw
Baca Semua Ulasan
Dewa Immortal Naga Emas

Dewa Immortal Naga Emas

Akar pohon-pohon itu tak menyentuh tanah, melainkan menggantung bebas di udara, menari-nari bersama angin sepoi yang berhembus tenang. Di atas pulau, langit tidak seperti biasanya. Bukan biru yang memudar menjadi jingga, melainkan gradasi ungu keperakan yang memancarkan aura mistis. Awan-awan tipis mengalir perlahan, menyerupai pita-pita sutra yang berpendar di bawah sinar matahari yang seolah-olah terbuat dari cahaya murni.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Bukan Pengasuh Biasa

Bukan Pengasuh Biasa

protes Biru saat Langit, Jingga dan Abizar baru saja pulang dari pabrik. Saat itu Biru sedang menonton televisi, dan menurut pengasuhnya tadi dia sempat jalan-jalan di sekeliling kampung dan akhirnya meminta pulang ke rumah. Dia kurang tertarik di daerah tersebut. Langit hanya tersenyum mendengar Biru protes. “Iya, disini lebih panas dan kebun-kebunnya jauh. Jadi, Kamu gak bisa main di kebun. Tapi, disini ada sungai yang sangat jernih,” jawab Langit kemudian.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status