Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TRAUMA

TRAUMA

Menatap dalam pada langit biru dibalik awan kelabu yang tidak berujung 'Seperti langit yang menghitam dan dipenuhi awan, seperti langit yang tidak akan berhenti menangis. Akupun disini, akan selalu dan selamanya merindukanmu.'
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia membacanya lagi dan lagi, sampai setiap not terasa seperti detak jantungnya sendiri. Aira duduk di antara puing perpustakaan itu, menatap ke langit kelabu yang tak lagi menakutkan. Ia tersenyum, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. “Baiklah,” bisiknya. “Kalau langit belum selesai, maka biar aku yang menulis akhirnya.” Ia membuka buku hariannya dan menulis satu kalimat baru: “Langit tidak harus biru untuk disebut indah. Kadang abu-abunya lebih jujur, karena di sanalah aku mendengar kau bernyanyi.”
10972 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Langit di atas lembah kini tampak seperti lautan. Bukan air, tapi cahaya yang berdenyut, perlahan menumbuhkan urat-urat biru di angkasa, seperti akar yang menjalar ke arah bintang. Risa menatapnya dengan ngeri. “Langit itu… tumbuh?” Bara berdiri diam, tubuhnya masih diselimuti sinar biru dan perak.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

“Bayangan di Cakrawala Kata” Langit tak lagi biru. Cakrawala telah menjadi lembar kosong yang berdenyut. Tidak dengan warna, tapi dengan kata-kata samar. Frasa terputus. Kalimat patah. Seakan langit adalah halaman yang gagal ditulis sempurna.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
BAYANGAN DI BALIK WARISAN

BAYANGAN DI BALIK WARISAN

Lalu bibirnya membuka. “Burung-burung terbang rendah tadi malam,” gumamnya lirih. “Langit dalam mimpiku… bukan langit St. Soulheim. Terlalu biru. Terlalu tenang. Tapi di bawahnya, bayangan menjalar seperti noda tinta di kain putih.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

tiba-tiba wajah Biru tampak menahan rasa geli, dia melirik penuh arti Ibu yang sedari tadi mengawasi kami. “Aku pernah bikin puisi saat SD dulu, judulnya Langit Biru,” jawabku begitu saja. Tak begitu menghiraukan bagaimana reaksi Biru tadi. “Oh, begitu. Aku jadi tersanjung,” katanya, “berarti namaku menginspirasi.” “Iya, mungkin ya Nak Biru. Biasanya kalau orang nulis itu kan sesuai alam bawah sadar. Seperti Jani ini,” Ibu tiba-tiba mencolek lenganku, tersenyum begitu lebar.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Witch (Bahasa Indonesia)

Witch (Bahasa Indonesia)

"Sky~" kata Azareel dengan tampilan puas di sertai dengan fostur tubuhnya yang menandakan dia senang dengan nama yang dia buat sendiri. "Sky?" tanya si lelaki berbaju sutra biru. "Ya, yang artinya langit, langit berwarna biru jika di siang hari, warna biru di air adalah pantulan dari langit yang berwarna biru. Karena air tidak berwarna, namun air laut terlihat lebih biru karena pelambiasan cahaya yang berasal dari langit. Sky memiliki banyak arti, seperti mimpi dan lain sebagainya," jelas Azareel kepada Sky.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

Di permukaan, mentari pagi muncul, memantulkan warna keemasan di laut yang damai. Dan di langit jauh di atas sana, aurora biru terakhir memudar perlahan, meninggalkan pesan yang hanya bisa dirasakan — bukan dibaca.
860 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Langit di atas Ibu Kota Qingyun, yang selama berbulan-bulan tercekik oleh kabut hitam legam dari Formasi Penelan Jiwa, mendadak koyak. Sebuah retakan vertikal berwarna biru elektrik membelah cakrawala, memuntahkan ribuan ular petir yang menyambar puncak-puncak menara istana yang telah membusuk. Udara yang tadinya pengap oleh aroma kemenyan mayat dan sisa-sisa hawa nafsu yang pekat, seketika tersapu oleh gelombang ozon yang dingin, tajam, dan menusuk paru-paru.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi tentang langit biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status