Duka Sang Putri Tertawan
"Siapa yang bilang aku mencintai Isabel?!"
Vincent menghantam meja kopi marmer dengan tinjunya, dan seluruh permukaannya retak menjadi dua. Ia tak percaya, pria yang selama ini dianggap sebagai ayah baptisnya tega menjual putrinya sendiri demi delapan triliun.
"Bongkar tempat ini." Suaranya sedingin kematian.
Dua lusin pria bersetelan hitam menyerbu masuk, dan dalam sekejap, porselen, perabot, hingga lukisan hancur berkeping-keping.