Cinta Tanpa Tapi
"Cinta yang bagaimana, Bu? Apa yang anak ibu inginkan, tetap bersamaku untuk menyiapkan sarapan, kopi dan pakaiannya? Bukankah itu pekerjaan seorang pembantu?"
"Hei, siapa bilang itu pekerjaan pembantu, itu pekerjaan seorang istri solehah, Ratna."
"Sayangnya saya sudah ditalak oleh anak ibu." Terdengar sedih, tapi raut wajah yang Ratna tunjukkan sebaliknya, senyumnya di bibir perempuan itu melebar dengan mata yang seolah sedang menggoda sang mantan mertua.