Putri yang Tak Diharapkan
Sebelum aku berumur delapan belas, aku adalah putri kesayangan Keluarga Mahendra.
Semua berubah pada hari ulang tahunku yang kedelapan belas, ketika ayah pulang membawa seorang gadis yatim piatu bernama Karina.
"Dia butuh rumah," kata ayah. "Kamu yang akan mengurusnya, seperti adikmu sendiri."
Sejak saat itu, semuanya berubah.
Kakakku yang dulu begitu memanjakanku, menjadi dingin dan menjauh.
Dan tunanganku... seakan cintanya padaku tiba-tiba berkurang setengah.
Keluarga memuji Karina karena lembut dan patuh, menyebutnya anak yang jauh lebih baik daripada aku, darah daging mereka sendiri.
Setelah berkali-kali tersisih karena Karina, aku akhirnya putus asa dan meraih lengan ayah. "Apakah hubu
Sikat na Kabanata