Pesan Kotor Di Laptop Anakku
“Bu, aku menjadi menyesal dengan semua ini. Seharusnya, aku juag ikut dipenjara. Percuma saja aku bebas kalau masyarakat masih menghakimiku.”
“Jangan bilang begitu, Ika. Semua orang yang sayang kepadamu, menginginkan kamu untuk bebas. Ya, meskipun kita harus mendapati kenyataan bahwa pada akhirnya kamu harus minum obat seumur hidupmu.”
Aku menelan liur. Masalah mental ternyata bukan main-main. Mana pernah aku berpikir, bahwa ternyata aku adalah seorang pengidap bipolar? Tidak pernah sama sekali.