Terpaksa Menikahi Atasanku
“Hebat apanya? Kadang gue malah ngerasa kayak orang yang salah jalan. Lo tau nggak, gue bisa diem sepuluh menit cuma buat mikir: ini gue nikah karena cinta, karena keadaan, atau karena udah nggak punya pilihan lain?”
Nadya menatapnya serius sejenak, lalu tertawa kecil. “Lo tau nggak, Ca, pernikahan tuh kayak taneman hias. Kalau lo siram tiap hari, bisa tumbuh subur. Tapi kalau lo siramnya kebanyakan, bisa busuk. Kalau lo biarin, ya mati. Intinya, semuanya butuh takaran, termasuk cinta.”
Latisha menatap Nadya tak percaya, lalu tergelak. “Lo sadar nggak, Nad? Nasihat lo makin hari makin absurd.”
인기 회차