Setitik Nila
“Tapi, Bapak tahu sendiri kalau saya sudah memutuskan untuk nggak nikah. Lagian, nikah itu butuh cinta. Dan kita?”
“Cinta bisa datang karena terbiasa,” ujar Djiwa tetap tenang dan belum menyentuh makanannya sama sekali. “Dan cinta juga bisa pudar karena terlalu sering diabaikan. Pernikahan memang butuh cinta, tapi, cinta saja nggak akan cukup untuk mempertahankan pernikahan.”
“Sekali lagi saya tanya, Bapak serius?”
Nila masih saja tidak percaya dengan ucapan Djiwa. Jangan-jangan, sesuatu telah menimpa kepalanya saat berada di ruangan, sehingga membuat pria itu menjadi aneh seperi sekarang.
Sikat na Kabanata