Kesayangan Tuan Elian
Ia menghela napas panjang, mencoba meredam api di hati pemuda itu.
"Saka, duduklah," perintah Antonio lembut namun tegas. Saka menurut, meski napasnya masih kasar.
"Dengar, Nak. Kebencian itu seperti meminum racun tapi berharap orang lain yang mati. Kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri," ucap Antonio perlahan.
"Tapi dia keterlaluan, Pa!"