Hayu
batinnya.
Dia turun, perutnya semakin melilit. Melihat ibunya tertawa dengan Candra, dia jadi tahu kenapa ibunya tak membangunkannya. Ibu paling betah berbincang dengan atasannya yang super ramah dan banyak bicara seperti sales panci itu.
“Pagi, pak.”
Candra mengangguk, membalas sapaan Hayu, “Pagi, Hayu. Kamu pasti lupa, jika pagi ini kita ada meeting di Hotel Astin.”
Hot Chapters