Candu Dekapan Kakak Ipar
Namun Ratu masih berdiri di tempat, menatap ibunya.
“Mommy tadi ditelepon Daddy, ya?” tanyanya pelan.
Djiwa tersenyum kecil. “Iya, sayang. Kenapa?”
Ratu menggigit bibirnya sebentar sebelum berkata lirih, “Ratu juga mau telepon Daddy, Ratu kangen.”
Djiwa mengusap rambut putrinya dengan lembut. “Nanti malam aja, ya, Nak,” ujarnya pelan. “Di sana sekarang udah malam, dan Daddy baru aja pulang kerja.”