Let Me Go
Aku terlalu fokus pada lamunanku sampai aku tidak menyadari bahwa Karina sudah duduk di depanku sambil melambaikan tangannya pelan dan memanggil namaku.
Aku mengerjapkan mata beberapa kali, “Eh— kamu kapan masuknya?”
“Tadi saya udah ketuk pintu, tapi Ibu nggak jawab. Terus saya coba masuk smabil manggil-manggil Ibu, tapi nggak di respon juga.”
“Ahh— Sorry, Kar. Mungkin saya lagi banyak pikiran jadi ngalamun. Ada apa kamu ke ruangan saya?”
Karina menyodorkan beberapa map ditangannya, “Ini dari Pak Reyhan, Bu. Katanya beberapa rancangan konsep untuk 21 Magazine yang Ibu minta.”
Bab Populer