Suami Warisan
Seakan bisa membaca pikiran Narendra, Rengganis menyahut, “Tadi aku ketemu Jeno di depan, katanya kamu di sini lagi interview. Wah, keren banget!”
Narendra mengusap tengkuknya, dia tersipu sambil menunduk “Ah, mereka yang minta ….”
“Kapan terbit majalahnya?” tanya Rengganis penasaran.
“Kabarnya edisi bulan depan. Tapi tidak tau juga.” Narendra mengedikkan bahunya acuh tak acuh.
“Hmmm ….” Ujung mata Rengganis melihat para kru bersiap-siap untuk pergi. Dia bertanya pada Narendra, “Kamu masih ada jadwal setelah ini?”