WOLF (Indonesia)
“Kamu benar, Wes. Jadi, tugas kalian berdua merahasiakan hal ini. Saya hanya takut saja warga sekolah kembali panik setelah tahu yang sebenarnya, kalau ternyata Wolf masih berkeliaran di sekolah ini.”
Arvin dan Awes mengangguk setuju. Bahkan, mereka berdua pun berjanji akan tetap bersama-sama mencari kebenaran tentang Wolf. Kini, keheningan menyambut mereka bertiga. Mereka memilih untuk kembali menikmati berbagai macam gorengan yang dibelikan Adam untuknya.
“Astaga, es teh manis gue habis. Baru juga mau beli pop ice, eh ternyata mbak Wik udah tutup,” ungkap Awes sedikit kecewa setelah melihat stand milik mbak Wik tertutup rapat.
Hot Chapters