Sebatas Mimpi
Karena merasa terkejut dengan apa yang baru saja ia lakukan, Renata berhenti memikirkan bahwa kursi itu sedang melayang, sehingga membuat benda itu jatuh dengan bunyi debaman yang keras.
Bunyi langkah kaki mendekat.
“Tanggal berapa sekarang?” Tanya Renata sambil berbisik.
“Sepertinya beberapa hari sebelum proklamasi,” kata Pandu sambil mengangkat bahunya. “Ku lihat di luar banyak orang yang membawa bendera merah putih.”
Renata mengerutkan dahinya, “ah, sial! Sepertinya pelajaran Bu Hani terlalu merasuki otakku, tanpa sadar aku mengatur mimpi di waktu yang benar-benar salah!” Rutuknya.