Tema utama dalam novel 'Ayahku Bukan Pembohong' berpusat pada penghubungan antara kenyataan dan imajinasi seorang anak, serta bagaimana dunia fiksi dan pengalaman nyata dapat saling memengaruhi. Dalam kisah ini, kita diajak mengikuti perjalanan seorang anak yang berusaha memahami keberadaan ayahnya yang sering bercerita penuh imajinasi. Melalui cerita-cerita fantastis yang disampaikan sang ayah, anak ini belajar tentang harapan, kejujuran, dan kebohongan. Ada momen yang menyentuh di mana anak tersebut harus menghadapi kenyataan pahit tentang ayahnya, tetapi di balik itu semua, terlihat bagaimana kenangan dan cerita dapat membentuk pandangan hidup seseorang.
Isu mengenai harapan dan realitas juga sangat kuat dalam novel ini. Setiap kali sang ayah melengkapi cerita-ceritanya dengan bumbu-bumbu luar biasa, anak itu tidak hanya terpesona, tetapi dia mulai belajar untuk memisahkan mana yang nyata dan mana yang tidak. Elemen serta nilai-nilai kebohongan yang dianggap bisa memberikan kebahagiaan, menjadi satu lagi hal yang kuat di dalam kisah ini. Dari kisah ayah dan anak ini, kita diingatkan bahwa fantasi bisa menjadi pelarian yang indah, tetapi pada saat yang sama, realitas tetap tak bisa diabaikan.