PEWARIS PARFUM PENGGODA
Rosela mencondongkan tubuh sedikit ke depan, menatap wanita itu dengan penuh perhatian dan kecemasan yang semakin tumbuh di dadanya.
“Maksudmu... semua perasaannya... itu bukan murni dari dirinya sendiri?”
“Rasa tertarik, rasa memiliki, rasa takut kehilangan, kemarahan yang meledak-ledak, bahkan keinginan untuk mempertahankan seseorang bisa diperkuat sampai pada batas yang tidak lagi wajar bagi manusia biasa,” jelas Elena perlahan namun tegas. “Parfum itu tidak menciptakan perasaan dari ketiadaan, melainkan mengambil emosi yang sudah ada di dalam diri seseorang, lalu memperbesarnya berkali-kali lipat sampai orang tersebut benar-benar tidak lagi mampu membedakan mana perasaan yang berasal dar