No Cerai No Pisah!
Aroma alkohol menyeruak dari tubuhnya, memabukkan bahkan bagi udara malam.
Ketika tak ada satupun orang yang menyambut kepulangannya, semua seperti kembali ke masa lalu—saat Devon lebih memilih tinggal di apartemen, dan Rosa berteman dengan sepi.
Dress hitamnya bergoyang mengikuti ayunan tubuh Rosa. Rambut panjangnya terutai lembut, membingkai wajah yang memerah dan mata yang berkabut akibat panasnya alkohol. Nafasnya berat, dan bibirnya melenguh samar, nyaris seperti rintihan, “Ngh…”