Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Calendula

The Calendula

Philip berkata seraya mengambil sebuah botol Soju dan beberapa gelas kecil lalu diletakkannya di atas meja. "Astaga, aku tidak menyangka jika Rosa bisa tumbuh secantik ini." Romeo berkata seraya menatap Rosa dengan mata berbinar. "Aku memang sudah cantik dari dulu, kau saja yang buta selama ini." balas Rosa dengan wajah yang ia buat sedatar mungkin, bermaksud bercanda. Tak berhenti, candaan itu dilanjutkan dengan yang lainnya hingga membuat tawa mereka semua pecah di sana.
107.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 270 Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
Istri Kontrak Sang Miliarder Terkutuk

Istri Kontrak Sang Miliarder Terkutuk

Dan di sana—meja ketiga samping kiri dari mejanya. Cassie. Gaun merah anggurnya mencolok, meski duduk sedikit di balik tiang dekorasi bunga. Matanya sudah menatap Meri. Sorotnya tajam. Di tangannya, segelas champagne terangkat pelan, seolah hendak bersulang. Dan senyum di bibirnya—adalah racun yang dibungkus gincu merah. Satu seringai kecil. Sebuah toast diam-diam.
102.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 92 Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Ia melihat Rosemary, ragu-ragu sejenak, lalu menepuk bahu Rosemary dengan cara yang ia harap terlihat seperti tepukan teman yang biasa dan tidak ada kecanggungan di sana sama sekali. “Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Kau sudah jauh lebih baik dari saat pertama datang.” Dan ia pergi sebelum Rosemary bisa menjawab—atau sebelum Rosemary bisa melihat bahwa pipinya sedikit lebih merah dari yang seharusnya untuk seseorang yang baru saja menepuk bahu temannya. Malam harinya, Rosemary berdiri di depan jendela kamarnya. Tanaman rosemary di tepi jendela masih hidup—daunnya yang hijau keperakan berkilat terkena cahaya bulan.
104.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 178 Beses bilang roses and champagne chapter 42
Ipakita ang mga Review (11)
Read
+Library
Luna Maji
Hai kakak kakak Luna disini. Makasih banyak buat yang setia menemani Rosemary sampai sejauh ini 🤍 Senang banget bisa berbagi cerita sama kakak. Kalau berkenan, Luna juga punya cerita baru berjudul Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi. Semoga kakak mau kenalan juga dengan mereka (⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~
Ryani
maaf thor. sempet negatif thinking.. hehe. . kebiasaan sblm baca sinopsisnya, liat gambarnya dl, tk kirain ini laki sm laki.. hehehe... masuk pustakan dl ya thor... baca kalau sdh bnyak bab nya... sering tdk sabar kl msh ongoing hrus nunggu update babnya
Basahin ang Lahat ng Review
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

“Apa ada buruan baru yang akan kamu incar, setelah berhasil memeras konglomerat Pandu Dirgantara?” Rosa berusaha melepas cengkeraman pria itu, tetapi tak berhasil. Daniel malah makin mendekatkan diri, hingga tubuh mereka tak berjarak. Pria itu tersenyum mesum, ketika merasakan dada Rosa naik turun menahan kemarahan. Tanpa permisi, ia melayangkan ciuman di bibir wanita itu. Rosa memberontak dan mendorong Daniel. “Lancang sekali kamu!” “Bukannya dulu kamu sangat menyukainya?” Kedua alis Daniel terangkat dan senyum melecehkan begitu terlihat di wajahnya.
10168.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.2K Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
Wanita Masa lalu SANG CEO

Wanita Masa lalu SANG CEO

panggil Rose sambil bergaya nakal. Arthur langsung merasa tidak nyaman saat melihat Rose yang berada di ambang pintu. Rose tidak mengenakan sehelai benang pun, dan aroma alkohol sangat kental di udara. "Rose, apa yang kau lakukan di sini? Dan kenapa kau dalam keadaan seperti ini?" tanya Arthur dengan dingin. Rose pun bergelayut pada pintu, "Aku merindukanmu, Arthur. Apa salahnya kalau kita merayakan di malam terakhir kita di Paris?"
1014.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 505 Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Tentu saja wanita itu juga langsung ikut berakting menyambut sang suami dengan binar mata antusias, seolah-olah dia adalah istri penurut yang sudah tidak sabar menantikan jatah malam ini. “Spesial buat malam ini, Sayang. Biar kita makin rileks,” ujar Daniel manis, menuangkan cairan merah itu ke dalam gelas. “Kamu romantis banget sih, Yang,” balas Rose sambil menerima gelas itu dan langsung berpura-pura meminumnya. Hanya dalam hitungan menit, Rose mulai berakting teler. Matanya sayu, tubuhnya limbung, dan dia ambruk ke atas kasur seperti orang yang mabuk berat dan kehilangan kesadaran.
1015.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 514 Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
Love Affair (Bahasa Indonesia)

Love Affair (Bahasa Indonesia)

Walau aku dapat mengecap sisa alkohol, pergerakan bibir Alex begitu lembut. Kami abaikan riuh teriakan pengunjung terhadap lampion-lampion yang sudah diterbangkan. Aku sedikit berharap, isapan jempol yang Rose ceritakan dapat menjadi kenyataan. ---- NOTE: Siap-siap chapter berikutnya! Bakal panjang haha
1045.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
ROSES

ROSES

Tapi, selalu saja ada yang mengganggu. Varose menuntun Chanie kearah kamar yang letaknya di lantai dua. Karena Varose telah bersiap, gadis itu hanya menunggu Chanie selesai mengganti pakaian dan membantu gadis itu merias sedikit. "Kulitmu semakin halus, pasti Bibi sangat merawatnya." ucap Varose ketika serbuk bedak memoles wajah Chanie.
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 91 Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Xinyi menghembuskan nafas dingin dan sudut bibirnya naik sedikit "Core Transformation!" -------------------------- End Chapter
1037.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
You're My Mirror

You're My Mirror

Ingatan Rose menerawang pada titik saat detik di mana papanya memberikan satu tangkai bunga mawar berwarna hitam itu. "Saat Papa memberikannya, bunga cantik ini tidak berwarna hitam, ia suci dengan warna putihnya." Matanya perlahan beralih menatap senja di hadapannya, yang terlihat jelas melalui jendela besar kamar baru milik Bara.
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 90 Beses bilang roses and champagne chapter 42
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status