Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DI ATAS RANJANG MAFIA

DI ATAS RANJANG MAFIA

Madame Rose, sang pemilik bar yang merasa sudah cukup mengenal Michele, mencoba mendekatinya dengan sebatang rokok di bibirnya. "Kurasa istrimu tidak diculik, Michele. Mungkin dia hanya lelah dengan hidup sembunyi-sembunyi dan pergi dengan pria yang lebih ... segar?" ucap wanita itu sembarangan, mencoba melucu di waktu yang paling salah dalam sejarah hidupnya. Dunia seolah melambat bagi Michele. Ia menyambar botol anggur dari meja terdekat dan, dengan kekuatan yang mampu memecahkan tengkorak, ia menghantamkan botol itu ke kepala Madame Rose.
1012.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 357 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Hari Sabtu sore itu, kafe Rose & Rue di daerah Senopati ditutup khusus untuk acara privat. Lampu-lampu bohemian digantung rendah, lilin-lilin aroma vanila menyala di tiap meja, dan rangkaian bunga baby’s breath serta mawar putih menghiasi seluruh ruangan. Di tengah kafe berdiri backdrop bertuliskan: ‘AURELIE’S LAST FLING BEFORE THE RING’
1039.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 952 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Mistress: Dendam Wanita Simpanan

Mistress: Dendam Wanita Simpanan

Dan sesuai dugaan Flora menyukainya, walau masih pura-pura kesal. “Saya mengambil yang Nama Chocolate Champagne Pierre Mignon. Katanya coklat bisa menaikkan mood, tapi rasanya akan terlalu hambar tanpa tambahan alkohol.” “Ck. Dia pikir ini akan membuatku senang,” keluh Flora sambil mengulum senyum. Flora makin tersenyum riang. Dia senang sekali karena sahabat barunya ini sangat pengertian dan tahu seleranya. Tanpa perlu diperintah lagi, Flora memeluk Erika.
107.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 241 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Penyesalan Setelah Bercerai Mantan Istri Balas Dendam

Penyesalan Setelah Bercerai Mantan Istri Balas Dendam

“Jika Cassandra menginginkan perang… baiklah. Tapi kali ini, aku tidak akan lari.” Sementara itu, Cassandra bersulang untuk dirinya sendiri di balkon apartemennya. Angin malam membawa aroma dari sebuah kemenangan palsu. “Selamat tinggal, Rosemary,” bisiknya dengan senyuman dingin. “Kali ini, kau tidak akan pernah bisa bangkit lagi.”
293 viewsOngoingIdinagdag sa Library 9 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

“Tentu saja.” Live musik bernuansa jazz terus mengalun, memberikan sentuhan suasana lembut di tengah bisikan tajam. Seorang waitress melintas, menawarkan segelas champagne pada Aurora dan Kael. “Thank you,” ucap Aurora, setelah mengambil satu gelas di atas nampan. Buih lembut champagne menandakan jika minuman itu diproduksi dengan kualitas tinggi. “Oh, my goodness,” ucap lembut seorang wanita yang tiba-tiba berdiri di hadapan mereka. “Kael Vireaux! Lama sekali aku tidak bertemu denganmu. Kau merindukanku?”
1.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Wajahnya masih terasa panas, terbakar antara sisa pengap di dalam lemari plastik dan rasa kesal yang meluap-luap. “Dasar satpam mesum! Ditawari susu langsung melotot!” umpat Rose lirih, menendang kerikil kecil di jalanan semen dengan gusar. Dia masuk ke rumah utama lewat pintu belakang, langsung menuju dapur bersih untuk meneguk segelas air es demi mendinginkan kepala. Brak! Rose menghentakkan gelasnya ke atas meja marmer.
1013.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 446 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
SANG PENAKLUK MAFIA

SANG PENAKLUK MAFIA

Dipandangi bunga itu dan menghirup aromanya sementara bibirnya melirihkan satu nama "The Black Rose, Lucca..." Angin seperti menerbangkan kerinduan Abigail yang mulai tidak kuat berdiri. Berbalik dari bunga mawar merah itu menuju kursi rodanya sekuat tenaga namun pusing dikepalanya membuatnya limbung di tengah jalan. Abigail membiarkan saja tubuhnya ambruk ke rerumputan halus di bawahnya meski nyatanya ada seseorang yang lebih dulu menangkapnya agar tidak terjatuh ke bumi.
9.8101.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.7K Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
Penyintas

Penyintas

Tuk! Drrr… tep! “Haa… hampir saja…” gumam Rosa ketika berhasil menangkap botol kaca yang terjatuh dari atas meja. Di seberangnya, duduk seorang Barrelth yang sudah terlelap. “Hmph, lemah!” ujar Rosa pada lawan minumnya itu. Kemudian, ia beranjak dari duduknya dan berjingkat secara perlahan, menghindari terinjaknya barang-barang yang keras, hingga sampai di ambang pintu sebuah ruangan yang tidak memiliki pintu.
3.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 118 Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

“Rosemary,” Ana menoleh cepat, mengangguk. Ia langsung mengambil botol rosemary dan menuangkannya ke dalam bak kayu. Uap air hangat langsung menyatu dengan aroma rosemary. Wanginya tajam meski agak pedas. Aroma yang memperkuat citra pangeran Leonhart yang dingin dan kejam.
10227.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.5K Beses bilang roses and champagne ch 82
Ipakita ang mga Review (45)
Read
+Library
Piemar
Dear reader, Overview, biar gak salah paham alur y. Arc 1 (Bab 1–100) Awal kisah, kesalahpahaman FL & ML. Arc 2 (Bab 101–150) Cinta tumbuh, identitas FL terungkap. Arc 3 (Bab 151–215) Cinta diuji, rahasia besar terbongkar, konflik istana memuncak. Arc 4 (Bab 216–250) Konflik mereda, FL & ML bersatu.
sheila chrysilia
Emosinya roller-coaster. Senang, sedih, tegang, selipan humor, dll suka banget! Ditambah gaya penulisan dan cara mendeskripsikan detail mulai dari latar, karakter, aktivitas karakter, dll, wow! <3 Jadi bisa ikut ngebayangin <3 Thanks kak Piemar udah nulis novel ini. Sukses selalu! Ditunggu next-nya.
Basahin ang Lahat ng Review
Baby, oh Baby!

Baby, oh Baby!

Chapter 13 - Sepanas Bara Dimitri sedikit mengangkat tubuh Rosaline, membawa wanita itu masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Kulit Rosaline terasa halus dan lembut, harum menyenangkan, dan juga, basah menggairahkan. Gabungan dari semua yang ia rasakan pada tubuh Rosaline membuat Dimitri seakan tak mampu menahan diri lagi. Ia menurunkan Rosaline tepat di belakang pintu kamar Rosaline setelah pintu itu kembali di tutup. Lalu tanpa banyak bicara lagi, Dimitri meraih tali kimono yang membalut tubuh Rosaline, menariknya hingga kimono itu terbuka dan mendapati tubuh bagian depan Rosaline yang terpampang jelas di hadapannya.
9.9189.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.0K Beses bilang roses and champagne ch 82
Read
+Library
PREV
123456
...
8
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status