Kadrun
Di bagian tertentu dari sisi hatinya terasa kosong dan nyeri.
“Aku tidak akan sakit hati, Siti.” Kadrun berceloteh dengan dirinya sendiri. "Aku sungguh-sungguh tidak sakit hati, Siti! Kau dengar perkataanku kan? Aku baik-baik saja, Siti!" Kadrun berteriak. Dia meremas dadanya yang tiba-tiba terasa sakit, sesak dan kehabisan oksigen.
“Siti, Kau lihat, kau lihat baik-baik, aku Kadrun suamimu baik-baik saja!” nada suara Kadrun mulai serak, dia terduduk lemas di teras kontrakannya.
Hot Chapters