Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Alam Keabadian : Penerus Para Dewa

Alam Keabadian : Penerus Para Dewa

Tidak lama kemudian, Xiao Long melihat rumah kecil dengan nomor 1574, sesuai dengan nomor yang ada di Token Identitasnya. Dari luar, rumah itu terlihat sangat sederhana, begitu juga dengan apa yang ada didalamnya. Setelah Xiao Long masuk, dia melihat ukuran rumah yang hanya cukup untuk satu orang. Kasur kecil di bagian belakang ruangan dan di tengahnya ada bantal berbentuk bulat, ada juga dupa yang menyala di setiap sudut ruangan.
9.581.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

“Kita akan pergi ke tempat kenangan masa kecilku,” “Masa kecil?” gumam Ana lirih, tubuhnya bergerak lebih cepat demi mengimbangi langkah kaki Leon yang begitu cepat. Dari jarak sepelemparan batu, tampak pohon besar yang menjulang tinggi. Ketika tatapan Ana naik ke atas, ia bisa melihat ada rumah pohon di sana. Terbuat dari potongan pohon ek. “Rumah pohon, Tuan? Itu milik siapa?” Ana mendongak, matanya berbinar. Bibirnya menganga.
10229.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai rumah pohon kecil
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Hamsinah Lolonkz
selain ceritanya yang tidak biasa.. saya suka tata bahasanya yang berkelas.. saya sudah banyak membaca novel tapi "putri yang tertukar" betul-betul membuat saya penasaran dan selalu ingin membacanya berulang-ulang. yang saya sayangkan pembaca tidak bisa memutar iklan untuk mendapatkan bonus.
sheila chrysilia
Emosinya roller-coaster. Senang, sedih, tegang, selipan humor, dll suka banget! Ditambah gaya penulisan dan cara mendeskripsikan detail mulai dari latar, karakter, aktivitas karakter, dll, wow! <3 Jadi bisa ikut ngebayangin <3 Thanks kak Piemar udah nulis novel ini. Sukses selalu! Ditunggu next-nya.
Baca Semua Ulasan
Alexa (Jamilah Binti Surip)

Alexa (Jamilah Binti Surip)

Majikan kecilnya itu tampak terpesona pada gerombolan kambing yang melintas di jalan. "Hah, iyakah? Saya tidak bisa begitu membedakannya, Pak." Alexa nyengir. Setelah insiden rombongan kambing itu berlalu, mobil pun kembali berjalan. Sekitar seperempat jam kemudian, mobil berjalan perlahan memasuki satu halaman rumah yang cukup luas. Rumah ini terlihat lebih luas dibanding dengan rumah-rumah yang telah mereka lewati tadi. Pekarangan rumah ini juga dipenuhi dengan pohon-pohon yang lebat. Ia tidak tahu persis nama pohon-pohon yang sebagian belum berbuah ini. Yang ia kenali hanya tiga macam pohon yang kebetulan sudah berbuah. Yaitu pohon rambutan, pohon mangga dan pohon jeruk.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Luka Istriku karena Cinta

Luka Istriku karena Cinta

Sejak di sana, mereka bertiga sangat yakin kami tidak diikuti siapa pun sampai ke tempat yang baru. Rumah itu agak sedikit lebih kecil dibanding dua tempat tinggal kami sebelumnya. Desainnya minimalis, dengan taman mungil di depannya. Ada satu pohon mangga di bagian sudut yang membuat suasana halaman menjadi lebih sejuk. Tidak ada kolam renang, tapi tentu saja itu bukan hal mengecewakan karena aku bahkan enggan menyentuh airnya.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Gairah Istri Pemberontak

Gairah Istri Pemberontak

Pov Via Aku mematikan mesin mobil, di pekarangan rumah sederhana yang di sisi kiri dan kanannya terdapat pohon Cemara. Rumah sederhana yang memiliki pekarangan cukup luas. Ukurannya tak lebih dari sepuluh kali tiga belas meter, dengan cat yang mulai mengelupas dan beberapa bagian kunsen pintu telah lapuk. Rumah ini bukan rumah mereka, tapi rumah yang disewa.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

Ketika Lirea menoleh, pemandangan di depannya membuatnya terpaku. Sebuah rumah kecil tiga lantai dengan bata merah, genteng merah, dan tanaman merambat hijau di dinding. Rumah impiannya. Dia selalu memimpikan rumah kecil seperti itu: bata merah, genteng merah, tanaman hijau merambat, beberapa pohon di halaman, dan taman mawar di sisi-sisinya. Lirea menatap pohon ginkgo besar di depan rumah.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Mahasiswa Abadi

Terjerat Cinta Mahasiswa Abadi

Naima tidak tertarik, matanya menjelajah ke isi rumah pohon dengan mulut terbuka. Ukurannya tidak lebih dari tiga kali tiga meter, dinding papan dan lantai papan juga, melekat ke dahan pohon. Tidak ada perabotan, hanya selembar kasur tipis, selimut dan bantal santai, juga ada rak kecil yang berisi tumpukan komik, di sudut lain ada botol besar berisi air minum. Dindingnya dipenuhi lukisan sketsa hitam putih, banyak hal yang di lukis disana, pemandangan alam, binatang serta...wajah seorang gadis.
9.328.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Erika pun terlihat sangat menyukai tempat itu. “Kami rencananya akan membangun rumah kecil di dekat rumah pohon ini,” ujar Erika sambil menunjuk sebuah lahan yang kosong. Wanita muda bertubuh mungil itu menarik lengan Vanika dan mengajaknya naik ke rumah pohon itu. Mereka menaiki tangga kayu yang terlihat kokoh. Tidak terdapat banyak perubahan pada tempat itu. Semua barangnya masih utuh dan berfungsi dengan baik. Erika menambahkan beberapa hiasan di dalamnya.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Membawa Lari Anak Kembar CEO

Membawa Lari Anak Kembar CEO

Seindah rumah yang telah disewa oleh Alex, bagian dari akomodasi yang dia siapkan untuk keluarga kecilnya secara sempurna. Rumahnya tidak terlalu besar. Gaya minimalis Norwegia, dengan pemandangan yang hijau di sekitarnya. Ada banyak pohon cemara, dengan bunga-bunga yang ditanam di dalam pot. Baik itu berukuran kecil dan yang berukuran besar. Lengkap dengan satu mobil yang sudah terparkir di sana, yang siap digunakan Alex untuk mengajak Lara dan anak kembarnya berkeliling meninggalkan kenangan di setiap petak Norwegia.
9.9188.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

Alena berdecak kagum sekali lagi mengamati rumah itu dari dekat, lebih indah dari kejauhan. Ditambah halamannya yang luas, berlantai keramik sebagian, dan terdapat taman mini di samping kanannya--di taman mini itu ada kursi-kursi yang terbuat dari batang pohon besar, juga ada kolam ikannya yang terdengar berkecipak. Taman itu terasa sejuk dan sedap dipandang.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai rumah pohon kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status