Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Kalau aku datang sedikit lebih awal, mungkin hasilnya akan berbeda…. Nak, maaf, ibu nggak bisa melindungimu… maaf…. Aku menangis sejadi-jadinya. Perawat yang sedang keliling masuk ke ruanganku. Meski sudah terbiasa dengan kejadian semacam ini, dia tetap tak bisa menyembunyikan rasa simpatinya. “Keguguran itu masalah besar, kok kamu sendirian? Di mana suamimu? Kok dia nggak menemanimu?”
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai saddest poems
Baca
+Pustaka
Sad Boy

Sad Boy

Nalan menggeleng seraya mengulum senyum tipis di wajahnya, lalu berkata, "Sedetik kemudian perasaan sesal tak bisa kujelaskan, dada ini seperti tertancap pisau yang sulit ditarik keluar. Semakin kupaksa lepas, semakin erat menancap." "Kau...," Seon memahami kalimat itu, Nalan di landa penyesalan tak bertepi. Kehilangan banyak orang disayangi hanya, karena sakit hati pada seorang perempuan tidak tepat. Kehilangan sahabat terbaik, membunuh saudara kandung dari kakak angkat Mayra. Secara bersamaan mantan istri, Nami dan Atras pergi selamanya. Menjadikan keponakan kesayangan anak yatim piatu dalam sekejap.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai saddest poems
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Terserat dalam jalang tak berujung dan Tenggelam di tengah lautan tak bertepi Dingin dan sunyinya malam selalu menyudutkan dalam tangis Manis pahitnya hidup membuatku bimbang dan resah Aku benar-benar terpuruk dalam keterpurukan yang panjang Kesedihan memenuhi setiap anganku Bait ketiga air mata Aira luruh tak terduga. Nyaris bersamaan dengan hati yang kepalang sakit mengingat setiap masa akan lara. Mungkin bagi manusia biasa puisi hanya sebagai siloka semata, tak bermakna apa-apa hanya sebagai retoris belaka. Pikiranku dipenuhi dengan awan mendung yang gelap Semakin lama semakin kuingin menjauh, pergi dan lari
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai saddest poems
Baca
+Pustaka
My Dad CEO

My Dad CEO

Nari menepuk-nepuk dadanya hingga kilauan crystal putih turun membasahi wajahnya. “Kesedihan memenuhi setiap anganku, aku terjatuh ke dalam jurang kegelapan, dan tenggelam di lautan yang tak bertepi.” “Setiap hari kamu tampak terlalu jauh bagiku, setiap malam aku melihatmu di setiap bayanganku. Setiap kali aku memikirkannya, aku akan berakhirnya menangis sendirian di sudut kamarku.” Nari menangis tanpa henti akan tetapi ia tersenyum pahit.
9.5690.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.9K kali sebagai saddest poems
Tampilkan Ulasan (118)
Baca
+Pustaka
Na yeon
baca sampe 23bab dan ini lebih kayak baca cerita bukan novel.. dialognya cuma beberapa aja selebihnya cerita dari authornya gak ada scene kejadian semua tiba2 kayak clarisa sama lukas tiba2 udah jadian aja gak ada bahasan proses mereka dekat cuma ada scene semobil aja. koinnya jg terlalu mahal
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
Kesendirian

Kesendirian

Di kosan rasanya suntuk sekali, rebahan meluluh, baca novel, memasak, sering termenung, dan tidak menentu. Tetangga sebelah ternyata belum di vaksin, anaknya sudah sakit lama ada seminggu. Jadinya, tetangga sebelah isolasi mandiri di rumah. Semakin hari, semakin menjadi saja banyak yang menjadi korban. “Tuhan ... Hanya padaMu ku berserah,” biarlah Engkau yang melindungi dunia ini." Dunia ini terlalu kejam, sebagian masyarakat mulai panik dan menyerah.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai saddest poems
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status