Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah
Dengan suara yang sedikit bergetar, ia berkata, "Umur papa nggak muda lagi, Nak. Papa tahu, mungkin papa bukanlah ayah yang sempurna buat kamu, tapi kamu adalah satu-satunya penerus papa. Mungkin … mungkin ini terakhir kalinya papa minta sesuatu sama kamu."
Hero terdiam, menatap ayahnya yang kini terlihat begitu rapuh. Dulu, sosok ayahnya selalu terlihat kuat dan tak tergoyahkan, bahkan terkesan keras. Mereka sering bertengkar, terlalu sering hingga rasa kesal itu seolah menjadi bagian dari keseharian mereka. Hero tak pernah benar-benar bisa memahami atau menyukai sikap ayahnya, selalu ada jurang yang terasa tak bisa dijembatani.
Hot Chapters