Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Terlalu banyak salahku padamu Hingga dunia mengajak bercanda Bukan aku tak ingin menerima Hanya saja ini terlalu melumpuhkan akalku Aku salah, meninggalkan cinta demi mimpi Tapi semua itu tak lagi berarti Nama diri terjatuh bagaikan sampah Tanpa ada tangan yang memapah Maafkan aku, cinta Aku mengaku salah Kini semua resiko kuterima Meski sakit dan buatku patah Sekarang aku memilih menepi Dari hingar bingar dunia literasi Pulihkan batin dan hati meski sendiri Hingga nanti raga sanggup berdiri kembali Gerimis di bumiku, 26 Oktober 2022'
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Aku Diabaikan Saat Setia

Aku Diabaikan Saat Setia

Tiada hari tanpa penyesalan. Menyesal kurang memerhatikan Tisni, menyesal kurang menunjukkan rasa cintaku padanya, menyesal menganggap keluhannya sebagai angin lalu, menyesal dan menyesali banyak hal. Ribuan penyesalan silih berganti menghinggapi benak, hingga aku tenggelam dalam lautan keputusasaan.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Reefhitch : Echana (Her Runaways)

Reefhitch : Echana (Her Runaways)

Seketika, dadaku dihujam oleh rasa bersalah yang kian besar dan tajam. “Ma, maaf, Ma. Akhu nggakh ngerki kaau bakhal jadi gini. Beneran.” (Ma, maaf, Ma. Aku nggak ngerti kalau bakal jadi begini. Beneran.) Semua kalimat penyesalan yang tersusun di dalam otakku pun terucap dengan kacau balau. Tidak karuan karena suaraku yang bercampur dengan tangis.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

] Lalu status kedua: [ Pertemuan kita telah menjadi penggalan rencana Nyaris tak berarti apa-apa lagi Kebersamaan kita telah sampai pada tapal batasnya Ternyata aku telah melewati jalan yang destinasinya sama Sama-sama memberiku duka! ] Zoelva sangat paham dengan kalimat itu. Sepaham ia pada garis tangannya sendiri. Ya, puisi itu berkisah tentang kehilangan harapan dan keputusasaan! Tetapi mengapa? Sebabnya apa? "Mbak, apa salah saya?" Ia mengirimkan pesan messenger. Setelah ia menunggu lama, Latifah tidak membalasnya. Hanya membacanya saja.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan

Pungkasnya sembari menengok pada Dexe juga Rizwan. Jibs seperti sedang melampiaskan kesedihannya dengan tertawa. Tepatnya sesal pada apa tindakannya, masa muda penuh prestasi, gugur karena iri hati pada temannya sendiri. Mengisahkan kepiluan karena tindakannya yang telah mengkhianati. Juga, wanita yang menurutnya tidak berdaya serta hanya butuh materi saja, telah membuat dirinya merasa menjadi lelaki yang tidak memiliki harga diri. Jibs salah besar dalam menilai wanita. "Maafkan Ayah, Alex. Maafkan Aku, Jhon...." Ucapan itu diakhiri dengan menaruh pistol yang dia ambil cepat dari tangan Rizwan tepat di kepalanya.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Penyesalan tanpa Akhir

Penyesalan tanpa Akhir

#CIPIKA-CIPIKI PENGARANG MOHON MAAF TELATT UPDATE-NYA SUMPAH AKU KESEL BANGET UDAH NULIS BANYAK TAPI GAK KE SAVE! NAH DARI SITU MOOD NULISKU TURUNNN BANGAATT SAMPE-SAMPE BUKA WP TUH PEN NANGIS POKOKNYAA TAPI... GAK NYANGKA SYEKALI UDA PART 30
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Namun kali ini, yang dia dapat bukanlah pelukan ataupun penghiburan. Yang dia dapat hanyalah tamparan keras tanpa belas kasihan. “Penny, kamu minta maaf bukan karena sadar kesalahan, tapi karena takut kehilangan segalanya, takut kami nggak bakal melindungimu lagi.” “Kamu bisa saja hidup nyaman seumur hidup, tapi kamu malah tega menyakiti adikku.” “Kesalahan ini, nggak akan bersih hanya dengan berlutut seperti ini.”
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Penyesalan di akhir

Penyesalan di akhir

Sesampai Febri di kosan nya Febri berbaring di kasur dan dia melamun sambil tersenyum sendiri. " malam itu memang malam yang sangat sunyi untuk ku rasa sedih dan duka ku bercampur aduk hanya dengan mengingat masa lalu yang tidak akan pernah ada ujung nya untuk di kenang, tetapi malam itu serasa sangat berseri sekali ketika melihat mu dan kamu mulai memeluk ku sambil menenangkan ku, terima kasih telah ada dan hadir dalam hidupku saat ini, terima kasih untuk satu malam yang sunyi itu dan akan selalu ku kenang setiap saat ". Bersambung
9.54.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai puisi menyesal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status