Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SAD BOY

SAD BOY

Tanya Juliet. Bosan tidak mendapat respon dari Alex,Juliet lalu menepuk pundak Alex ketika melihat Air mata Alex jatuh tepat di tanganya. "Hey, ayolah. Aku tau kamu sedang sedih. Ada apa? Ceritakan padaku, lex." Ucap Juliet menenangkan Alex. "Hikss, tidak apa apa Juliet! Aku hanya menguap tadi" sahut Alex. "Jangan berbohong lex, aku melihat air matamu terjatuh tadi, kamu menangiskan? Ada apa?" tanya Juliet lagi.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Sorry, cause I Love You

Sorry, cause I Love You

Terduduk dengan tangan meremas dadanya yang terasa seperti berlubang dan menganga. "Ammy... I'm sorry ... I'm sorry..." Air matanya terburai. Sakit yang tak lagi mampu ia tahan. Hatinya hilang bentuk dan remuk. Menjadi kepingan kecil yang ia sendiri tak tahu dari bagian mana ia harus memulai untuk menyatukannya kembali.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Dia memelukku erat, lalu tiba-tiba terasa dingin di leherku. Richard menangis. Suaranya bergetar, “Ella, beri aku satu kesempatan lagi. Jangan tinggalkan aku. Aku nggak mau kehilangan kamu. Ella, kumohon jangan pergi.” Mencintai itu mudah, tidak mencintai juga sangat mudah. Yang sulit itu saling mencintai.
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
BENIH MAJIKAN DI RAHIMKU

BENIH MAJIKAN DI RAHIMKU

tanya Auden merenung. "Aku tahu kamu kecewa, Mi Amor. Semua terjadi di luar kendaliku, aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti kamu seperti ini. Sedari awal aku sudah berjanji agar hanya air mata kebahagiaan yang aku berikan, dan sekarang aku melanggar janji tersebut. Maafkan aku, Sayang." "Setiap hari aku dihantui rasa bersalah, rasa takut, penyesalan, bahkan seperti mati rasa. Maafkan aku, Sayang."
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Sebuah penyesalan Dirimulah yang selalu ada di dalam hatiku Dan ku yakin kau yang terindah Dan kini ku telah merasa Kehilangan sosok dirinya Yang membuat hati kecilku selalu berkata Betapa bodohnya aku Membiarkan cinta itu pergi Menghilang dan hanya tinggalkan Sebuah penyesalan Lupakanlah semua cerita kita Dan jangan pernah kau kembali lagi Maafkan diriku Sebuah penyesalan -- Letter For me
9.95.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Meninggalkan Silvi sendirian adalah dosa paling keji yang pernah ia lakukan, hingga saat tahu akibat buruk itu, timbul penyesalan yang paling dalam. Ada banyak hal yang tak bisa kembali dalam dunia ini, yang tak bisa diulang, diantaranya adalah orang mati dan waktu. Sialnya, Hera mengalami kedua-duanya. Tubuh perempuan itu bergetar hebat. Bahkan kini tangisannya tak lagi bersuara, sesesak itu suasana hatinya sekarang. Hera tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya, karena kenyataan yang menimpanya dengan penuh tekanan hingga membuat perempuan itu ambruk. Pingsan.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Rest Area

Rest Area

Mengenang Oktober Yang Berduka Tetes air jatuh ke permukaan tanah Ketika senja ditelan oleh cakrawala Siluet mega tak nampak indah Lebur bersama jiwa yang luka Kepada Oktober dengan sejuta pesona Biarkan rindu terbang pada kasih tercinta Bersama api yang membakar hati yang lara Sampaikan, keping hati kami berdua Menangisku, jeritku, lebur bersama nestapa Kurangkul malaikat yang patah sayapnya Yang menangis seraya menabur bunga di pusara Bisikku, ciumku, doaku, tetap bersama kita Pada Oktober yang menyeret jejaknya Pada Oktober yang membuat patah kita Sabarku, ikhlasku, kulepas kepergiannya Malaikat di sampingku, tetap kujaga
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Akhirnya aku menyerah, dan membawanya ke kafe dekat kantor untuk duduk sebentar. Di kafe, kami kembali diam cukup lama, sampai akhirnya dia tidak bisa menahan diri dan mulai bicara, "Kak Sandy, maafkan aku. Aku sudah tahu semuanya. Ibuku menceritakan semuanya sebelum dia meninggal. Aku yang salah." Sambil berbicara, dia mulai menangis, seolah-olah menanggung banyak penderitaan. Kalau aku perhatikan dengan saksama, dia memang kelihatan lebih lelah. Kulit wajahnya pun tampak lebih kasar, seperti tanaman yang lama tidak disiram, kehilangan kilauannya.
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

"Berarti aku nggak disayang karena aku masih hidup?" "Bukan gitu maksudnya ih," Sadava terkekeh. Hening. Marsha menghembus kasar lalu menerima helmnya. Cewek itu mengusap air mata. Sendu. Pilu. Sadava kasihan melihatnya, nasib gadis ini benar-benar diuji. "Lo harus strong. Buka lembaran baru, sedih berkepanjangan nggak akan mengubah apa-apa."
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai sad love poems for her
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status