Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Mereka tak menyalahkan gadis itu, menyadari sahabatnya sedang tidak sehat. Dalam kesendirian dan kesedihan tangan Raya mulai bergerak. Ia menuangkan isi kepala yang terlintas dalam bait-bait yang menyentuh. Kepergian temannya mengingatkan kembali kenangan saat berpisah dengan Rayi. Ia merasa kesepian. Tak terasa buliran hangat membasahi pipi gadis itu. *** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Ayah menatapku dengan tenang, “Berbalik arah masih lebih baik daripada terus maju sampai hancur tanpa sadar diri.” Kata-katanya membuatku merasa bersalah. Sejak ibu meninggal, hanya kami berdua yang hidup saling bergantung. Tapi, aku malah mengecewakannya. “Ayah, aku nggak akan ke mana-mana lagi. Mulai sekarang, aku hanya mau di sisimu.” Hari itu, ayah tidak pergi ke kantor, memilih menemaniku seharian di rumah. Menjelang sore, tiba-tiba aku mendapat telepon dari Tira.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan

Salah satunya memeriksa Lyn, dan betul adanya istri Steven yang berasal dari negeri 'Tirai Bambu' ini telah tiada. "Mister..." ucap salah satu perawat sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak! Kalian cek sekali lagi, istriku tak akan meninggalkan aku!" ucap Steven sambil memegang tangan istrinya. Buat Steven dunia sekarang ini seperti sedang runtuh, ia amat sangat terpukul. Betapa tidak, Lyn meninggal karena 'Sadisme S*ksual' yang merupakan penyakit yang diderita Steven.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Orang-orang yang tadinya masih tersenyum kini mendadak terdiam, merasakan kesedihan yang menyusup begitu dalam melalui setiap petikan senar berdarah itu. Dan kemudian suara Dalia terdengar, melantunkan puisi ciptaannya. "Pernah mekar di awal semi, harum bagai meihua, dipuji, dipuja, diinginkan oleh dunia. Namun cahaya mentari perlahan pudar, tinggallah kelopak rapuh menanti senja. Hari-hari mencabut satu demi satu, permata berharga luruh dari genggamannya.
9.857.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai poetry sad
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Plz Don't Be Sad

Plz Don't Be Sad

ujar Lee Sin terus memohon maaf padaku. "Aku bilang pergi! Aku tidak mau kau ada di sini. Pergi!!" Aku terus mendorongnya keluar. Tanpa sadar, airmata menetes sedikit demi sedikit di pipiku. Perasaan yang begitu kesal dan kecewa. Hanya aku yang merasakan ini semua. Hanya aku.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Sometimes Happy Sometimes Sad

Sometimes Happy Sometimes Sad

Freedy. Kematian mamanya menjadi luka terberat bagi Ele. Bahkan Ele tak mampu mengeluarkan air mata ketika mamanya dinyatakan meninggal. Penyebabnya adalah karena Ele sudah banjir air mata terlebih dulu saat melihat darah yang keluar dari perut mamanya saat ditembak. Setelah selesai menatap langit, Ele pun kembali masuk ke dalam rumahnya dan langsung menuju ke kamar tanpa menyapa Alvia yang berada di ruang tamunya.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Istri Perawan Disangka Janda

Istri Perawan Disangka Janda

Sedih. 🪭 🪭 🪭
10438.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.3K kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Sekretaris

Terjerat Pesona Sekretaris

Sore itu langit masih berwarna kelabu ketika Sadya melangkah memasuki halaman Rumah Tumbuh. Udara lembab yang menusuk kulit serasa ikut membawa seluruh beban yang ia pikul sejak beberapa hari terakhir. Sadya melangkah pelan, lunglai. Ada sesuatu dalam sorot matanya yang tidak pernah terlihat sebelumnya—bukan sekadar sedih, tapi hancur, retak, dan patah di bagian yang paling dalam.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Aku melihat ibuku dalam diam, lalu setelah sekian lama, aku baru mengiakan ucapannya. Sofa ini terlalu sempit, sehingga aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kepalaku juga mulai sakit lagi. Aku mengambil segelas air dan menelan dua butir pil pereda rasa sakit. Aku tidak bisa tidur, jadi aku duduk di sofa sambil memeluk kakiku. Tanpa disadari, air mataku mengalir. Rumah ini tidak kedap suara, jadi aku menahan suara tangisanku supaya aku tidak mengganggu orang lain.
13.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Miracle Doctor's (System) Livestreaming

Miracle Doctor's (System) Livestreaming

Setiap tetes air mata mengekspresikan kekecewaan, kesedihan, dan keputusasaan yang telah lama terpendam. ----------------
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai poetry sad
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status