Saat Hati Menyesal
Ayah menatapku dengan tenang, “Berbalik arah masih lebih baik daripada terus maju sampai hancur tanpa sadar diri.”
Kata-katanya membuatku merasa bersalah.
Sejak ibu meninggal, hanya kami berdua yang hidup saling bergantung. Tapi, aku malah mengecewakannya.
“Ayah, aku nggak akan ke mana-mana lagi. Mulai sekarang, aku hanya mau di sisimu.”
Hari itu, ayah tidak pergi ke kantor, memilih menemaniku seharian di rumah.
Menjelang sore, tiba-tiba aku mendapat telepon dari Tira.
Bab Populer