Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Harus diakui, dibandingkan Bradford dan Cipta, orang-orang yang direkrut Saguna ini benar-benar kelas bawah. Sebenarnya, Saguna hanya ingin mencari beberapa orang secara sembarangan untuk memberi Bradford sedikit pelajaran. Untuk orang tak dikenal yang merusak rencananya, Saguna bahkan enggan mengeluarkan terlalu banyak uang. "Pfft ...." Setelah mendengar ancaman pria kekar itu, Cipta malah tidak bisa menahan diri dan tertawa. Sudah bertahun-tahun lamanya, hampir tidak ada orang yang berani berbicara kepadanya seperti ini.
10270.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Saga Sang Gagak Barong

Saga Sang Gagak Barong

Wignya Shuman pun mengangguk dan beranjak keluar dari ruangan. Malam itu jauh dari berakhir bagi Guntur Gheni, sang pemimpin organisasi Gagak Barong. Ia harus menyiapkan langkah-langkah berikut di papan catur dunia besarnya. Guntur menyadari sepenuhnya bahwa jalan hidup yang telah ia pilih cepat atau lambat akan menyeretnya dalam kesendirian seperti ini. Ia lalu teringat akan orangtua dan kakaknya. Lalu satu-persatu orang yang memiliki arti besar dalam hidupnya melintas dalam pikirannya. Dan satu nama yang harus ia temui besok: SAGA.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Satu jam setelah Lunara mengucapkan kalimat itu, dia langsung merasakan sendiri maknanya. Begitu tiba di tempat tinggal Saguna. Saat sedang mengobrol, Saguna tiba-tiba bergumam sendiri, mengatakan satu kalimat, "Dewa juga akan melindungi kalian." Jantung Lunara langsung berdegup kencang. Saguna bukan orang yang percaya agama dan biasanya dia juga seniman yang masih sangat logis. Beberapa hari ini komunikasi mereka cukup lancar, hanya ada beberapa hal kecil yang perlu disesuaikan. Sekarang di momen yang paling penting, dia tiba-tiba mengucapkan kalimat yang tidak jelas maksudnya.
9.8471.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.4K kali sebagai saguna brahman
Tampilkan Ulasan (61)
Baca
+Pustaka
Ffy Oyan
hari Minggu kemarin aku sudah baca masuk bab 270 anau masuk ke bab 280 tapi hari ini masuk dan mau lanjutin baca kok kembali ke bab awal.? sedih banget sudah buang banyak koin malah di kembalikan ke cerita awal bab 1...
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Pendekar Tangan Satu

Perjalanan Pendekar Tangan Satu

Sagara yang menonton seleksi pertandingan tampak terkejut dan wajahnya langsung pucat pasi. "Gawat!'serunya. "Ada apa, Tuan Muda?" tanya Adista yang bingung dengan perubahan sikap Sagara. "Aku pernah mendengar tentang kemampuan ini!" sahut Sagara. "Kemampuan apa, Tuan Muda? Aku tidak mengerti!" ujar Adista. "Pendekar Mata Dewa ini bukanlah seorang pendekar melainkan kultivator!" jelas Sagara.
1028.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 710 kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Ksatria Prabangkara

Ksatria Prabangkara

perintah Sang Senopati Pasukan Satyawira dengan lugas. “Daulat Senopati,” jawab para anggota Pasukan Satyawira dengan serempak. Nama Senopati itu adalah Jatiraga. Seorang Senopati yang disegani di seluruh Kerajaan Prabangkara serta merupakan pendekar dengan ilmu silat serta ilmu kanuragan sangat tinggi. Konon kemampuannya setara dengan seluruh Pasukan Satyawira. Tak lama seluruh anggota Pasukan Satyawira telah berada di posisinya masing-masing sesuai dengan arahan Jatiraga.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Balas Dendam sang Kultivator

Balas Dendam sang Kultivator

“Tempat kau sembunyikan kebenaran, Brahma Angkara.” Brahma Angkara muncul dari pusaran energi di depannya, tubuhnya separuh manusia, separuh naga. Sisiknya berwarna hitam ungu, memantulkan kilatan petir di sekitarnya. “Kebenaran?” Brahma Angkara tertawa pelan. “Kebenaran hanya milik yang menang, Rayden. Kau datang ke langitku, maka kau akan mendengarnya sebelum mati.”
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Dendam Titisan Ashura

Dendam Titisan Ashura

Pria berambut hitam panjang yang mengenakan ikat kepala dan kain pinggang berwarna merah dengan pakaian seragam katun berwarna ungu itu adalah Saguna Arkananta, seorang pendekar Dewa Api berbakat dari salah satu keluarga elit militer Kanezka, Arkananta. Saguna menghentakkan kakinya sekali ke tanah lalu mengibas kedua telapak tangannya horizontal bersamaan dengan cepat sehingga lingkaran api yang semula menaunginya menyebar cepat lalu menghantam Panji, Wanda, dan Taksa bersamaan layaknya badai api yang menerjang. “Agh! Panas!” Panji menggulingkan tubuhnya yang disengat panasnya api Saguna.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Janda Muda (Indonesia)

Janda Muda (Indonesia)

"Hehe. Dia sangat cantik, Bram. Tubuhnya indah dan dia sangat mencintaiku." Rahang Bram mengeras. Tak mungkin Kenanga mencintai Saga. Untuk melampiaskan kekesalannya, Bram mengambil pisau yang telah disiapkannya. "Kenanga tak mungkin secepat itu berpindah hati! Aku adalah satu-satunya pria yang dicintainya!" teriak Bram sebelum menusuk perut Saga berkali-kali hingga Saga merasa tak kuat lagi untuk membuka matanya. Napasnya tersengal dan sebelum kesadarannya sepenuhnya hilang, ia mengatakan sesuatu yang membuat Bram menusuk perutnya sekali lagi. "Kau bisa membunuhku, Bram. Tapi kau tak bisa membunuh cinta Kenanga untukku."
9.9142.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Akibat Kencan Buta

Akibat Kencan Buta

Matanya masih tertuju pada lantai, meraih satu pakaian yang membuat dahinya berkerut. Sahara menghentikan kegiatannya, “Kelelawar?” “32B nyaris sedatar aspal.” ucap Sagara mencibir, ditangannya ada sebuah bra mungil. Sontak saja Sahara langsung membalikkan badan, jantungnya hampir melompat melihat pakaian dalam miliknya berada di tangan pria dingin itu. “Tidak sopan!” semburnya kemudian.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai saguna brahman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status