Penyesalan Seorang Suami
ucapku mengalihkan pembicaraan.
"Nah, ide bagus itu. Ah jadi nggak sabar tiap baru bangun ada yang ngucapin, selamat pagi, Sayang. Yuk bangun, kopinya udah siap. Kita sarapan dulu. Lalu aku pura-pura masih memejamkan mata, terus dikecup deh keningku," cerocos Mas Faris yang membuatku dan Bu Fatimah tertawa terbahak.
"Kenapa kalian ketawa? Ada yang lucu?" Mendengar pertanyaan Mas Faris membuatku sekuat tenaga untuk menahan tawa, pun, juga Bu Fatimah. Seketika keadaan menjadi hening, namun tiba-tiba .....