Dinikahi Profesor Galak
“Ya kalau aku mah serius, hehehe.”
“Udah, ah. Nanti dicariin Papah, lho. Kamu kan gak salat subuh di masjid.”
“Eh iya. Ya udah, kita sarapan, yuk!” ajak Bian.
“Ayok! Kamu mau sarapan apa?” sahut Ira.
“Enaknya sarapan apa, ya? Kamu mau jogging, gak?” Bian malah menawarkan yang lain.
Ira langsung memicingkan matanya ke arah Bian. “Enak aja jogging. Kamu gak tau ini lutut aku masih lemas gara-gara kamu, hem?” Ira langsung protes.