Ibu Susu Untuk BOSKU
Suaranya serak, penuh kepuasan yang jelas tak bisa disembunyikan.
Aku tertawa kecil, menggeleng pelan sambil menatapnya dengan penuh arti. "Quicky? Aku keluar dua kali, sayang," balasku, mataku memancarkan kejahilan sambil mencoba menata ulang napas yang masih belum sepenuhnya stabil. Ada rasa bangga dalam nada suaraku, sebuah pernyataan kecil yang menggoda, namun juga mencerminkan betapa malam ini tak sepenuhnya biasa.