Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
200 Sajak Tentang Awan

200 Sajak Tentang Awan

31 Januari 2011 Kusapa pagi ini dengan senyum ragu Jelas karena ada pikir sebelum lelapku Tentang punggung itu, tentang rasa yang ragu Awanku, Ingatan yang sama masih berputar tanpa cela Bagian itu jua rinci aku ingat Yang kupandang sebelum kujelangwaktu senja Masih rasa untuk sosok yang sama Awanku, Selalu seperti ini pada akhirnya
2.5K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as sawan aaya hai
Read
+Library
AWAN - THE NEXT SANJAYA

AWAN - THE NEXT SANJAYA

"Iya, benar sekali! Ingat, kamu pernah membobol server perusahaan Sanjaya enam bulan yang lalu?" Awan mengangguk dengan senyum canggung. Ia tidak perlu menutupi apapun lagi. Karena wanita ini sudah mendapatkan semua informasi tentang dirinya. Itu artinya, ia juga sudah tahu apa yang sudah dilakukan Awan. Enam bulan yang lalu, Awan berhasil menembus server perusahaan perusahaan Sanjaya yang di backup oleh Sky Light.
9.7146.2K viewsOngoingAdded to Library 3.2K Times as sawan aaya hai
Read
+Library
Dewa

Dewa

Dia pun ragu. Sesaat kemudian, hape Blackberrynya berdering. Satu pesan masuk. 'Zafan' "Mawar, kalau kamu diapa-apain Reihan bilang sama aku ya," simpati Zafan. Mawar menyeka airmatanya. Secepat mungkin dia pencet tombol-tombol hapenya. "Tolong aku, aku takut!" messege received. "Kamu kenapa?"
9.97.7K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as sawan aaya hai
Read
+Library
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

tanya Awan setelah mendengar jawaban dari panggilan ponselnya. “Demamnya sudah turun. Mas kenapa bisa menghubungiku?” “Wuri sedang ngambek. Jadi dia keluar dengan teman-temannya.” “Ngambek kenapa?” tanya Zia dari sebrang panggilan telepon. “Entahlah.” Awan menjawab malas. “Mas, kamu harus memikirkan waktunya untuk mengakui semua..” Zia berkata pelan. Kepala Awan semakin berat mendengarnya, “karena aku bulan ini terlambat haid,”
2.1K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as sawan aaya hai
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

Meera hanya mengangguk, tetapi Varo masih bisa melihatnya dari pantulan pintu lift di depannya. “Kamu kenapa, Ra? Sakit?” tanya Varo, ada kekhawatiran yang tersirat dari pertanyaannya. “Ga apa, Pak,” ucap Meera, sesaat kemudian ia pun menutup mulutnya dengan telapak tangan. “Maaf, Varo,” ucap Meera lagi masih menutup mulutnya. Ada senyum tersungging di bibir Varo mendengar ucapan Meera.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as sawan aaya hai
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status