Scarlet
“Pada dasarnya, sebagai pembunuh berdarah dingin harus mengesampingkan perasaan pribadinya. Scar, kaulah yang lebih pantas menerima julukan itu. Aku tidak bisa menemanimu lagi, Scar. Hiduplah dengan baik, jangan gunakan perasaanmu terlalu dalam jika tidak ingin berakhir sepertiku.”
Scarlet kembali dalam dunia nyatanya, tersadar dari ingatan masa lalu yang kelam. Matanya yang tajam mulai memerah dan berkaca-kaca, menahan semua kepedihan dan dendam terhadap dirinya sendiri yang telah membunuh sahabatnya sendiri.
Hot Chapters