Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perfect Secret

Perfect Secret

ucap Kia berlari masuk ke kamarnya. Arfan masih membatu sampai dia sadar karena bunyi pintu kamar Kia yang tertutup. Perlahan dia menyentuh bibirnya yang entah kenapa masih terasa akan ciuman Kia. Setelah dari bibir, tangannya dengan cepat turun ke dadanya yang bergemuruh. "Sialan!" umpat Arfan mulai masuk ke dalam kamar. Dia harus mandi untuk menenangkan diri. *** TBC
1040.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 925 kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
Surgaku Yang Hilang

Surgaku Yang Hilang

ungkap satpam itu . "Pindai aja ke flashdisk saya, Pak." Siska merogoh dalam tasnya, lalu memberikan flashdisk berwarna hijau muda kepada satpam itu. "Nih, Pak. Nanti akan saya ambil." Satpam itu menerima flashdisk itu seraya menganggukkan kepalanya, "oke, nanti Mba dateng aja ke sini buat ambil ini." Lalu, Siska pun keluar dari ruangan ini dan hendak kembali ke lantai atas. Ia tak menemukan Haris di lantai bawah ini, bahkan di lantai tiga Bosnya itu juga tidak ada.
1039.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Dan perlahan… sesuatu mulai terlihat. Bukan bentuk yang jelas. Namun seperti ruang lain yang berbeda dari sebelumnya. Lebih luas. Lebih terbuka. Dan ada sesuatu di tengahnya. Pelangi mempersempit pandangannya. “Itu… apa…” bisiknya. Aruna juga melihat ke arah yang sama. “Seperti titik pusat.” Sosok besar mencatat. “Anomali terdeteksi.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
Sistem Tanpa Batas

Sistem Tanpa Batas

Shen Long: Kehilangan pendaran cahayanya; strukturnya menjadi sangat rapuh setelah energinya dikuras habis oleh Marcus. Xue Lan: Berusaha menstabilkan detak jantung Marcus yang tidak teratur; menyadari bahwa bayi 001 telah menjadi 'Antena' bagi jutaan jiwa di dalam menara. Bayi 001: Memasuki tahap 'Ascension'; bertindak sebagai hub data antara arsip digital dan realitas fisik.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
Secret Night

Secret Night

usir Calvin karena ketenangannya terganggu. “Aku ingin bicara denganmu,” ujar Olsen dengan wajah yang berubah serius. “Tentang apa?” tanya Calvin menanggapinya dengan serius pula. “Ikut aku!” ujar Olsen mengajak Calvin ke ruangan yang lebih privasi. Dia mengambil laptop dan memperlihatkan sebuah potongan video yang diambil dari CCTV hotel. “Apakah kamu mengenalnya?” Olsen menatap Calvin berharap mengenal orang yang ada di dalam video.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
Perfect Secret

Perfect Secret

Kurang dari satu menit setelah sambungan telepon itu terputus, Josh sudah mengirimkan apa yang dia janjikan ke nomor ponsel Richard, dalam bentuk file dokumen. Dengan teliti, Richard mencermati setiap nama yang tercantum dalam deretan daftar itu. Jumlahnya lebih dari lima ratus. Tentu akan memakan waktu lama jika Richard membacanya satu per satu. Dia lantas menekan fitur find dan mengetikkan nama Kyra Dellania dalam kolom pencarian. Hasilnya nihil. “Tidak ada?” Richard menggumam penasaran, sepasang mata bulatnya masih senantiasa terpaku pada layar benda pipih persegi panjang di tangan.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
Teror Ghaib

Teror Ghaib

kata Sella, “kita nggak bisa menyelesaikan semua hanya dalam waktu beberapa jam atau hari.” Lily mengangguk. “Tidak apa-apa,” katanya. Sella memberikan kartu namanya kepada Lily. “Sebelumnya saya minta maaf kalau mungkin saya sedikit lancang. Di antara Anda berdua, adakah yang menyimpan videonya. Saya hanya ingin tahu, separah apa videonya sampai membuat Emma seterguncang ini,” kata Sella. “Saya menyimpannya, Bu Sella,” kata Lily, “mari kita kembali ke ruanng tamu lagi untuk melihatnya biar bisa duduk dengan nyaman.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
The Scars

The Scars

jawab Kaluna. Lila kembali menunjukkan ponselnya namun kali ini tidak dengan cara bar-bar seperti tadi. Kaluna dengan teliti membaca isinya dan terkejut bukan main. “Walaupun itu di blur, tapi aku tau pasti kalau fotonya sama dengan punya kamu di rumah,” jelas Lila.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai scp 011
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status